0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Harga Garam Melejit, Peternak Menjerit

Pedagang garam di pasar (dok.timlo.net/setyo pujis)

Wonogiri — Lonjakan harga garam pakan ternak atau grosok di Wonogiri mulai terasa. Sebelumnya stabil diharga Rp 1.200 per kilogram, saat ini garam grosok mengalami kenaikan harga enam kali lipat. Kondisi ini membuat sejumlah peternak sapi dan kambing di Wonogiri mengeluh.

“Perkilonya sekarang Rp 6.500 perkilogram, akibat kenaikan ini ternak sapi dan kambing mengalami penurunan nafsu makan,” ungkap peternak sapi asal Timang, Wonogiri, Karyo Mursid, Jumat (28/7).

Dia mengaku, garam grosok tersebut untuk memenuhi kebutuhan makan ternak sapi dan kambing miliknya yang mencapai puluhan ekor. Garam ini digunakan untuk campuran pakan ternak agar nafsu makan ternaknya terjaga. Sebab, jika nafsu makan berkurang akan mempengaruhi kwalitas daging.

Senada disampaikan Wisnu Noto peternak asal Ngadirojo Wonogiri. Ia mengaku ternak miliknya mengalami penurunan nafsu makan sejak dikuranginya asupan garam grosok. Kebiasaan memberi makan dengan garam ini sudah dilakukannya sejak lama bahkan turun temurun. Wisnu berharap harga garam kembali stabil Rp 1.000 perkilogram.

Sementara itu pedagang garam grosok di pasar Wonogiri, Tumini mengaku, garam grosok dagangannya mengalami penurunan kualitas. Sebelumnya garam grosok berukuran lebih kasar, saat ini garam yang ada lebih halus. Kondisi ini mengakibatkan turunnya daya beli peternak. Selain itu harga yang melejit mengurangi minat peternak. Akibatnya, barang yang ada tidak lekas terjual.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar produksi garam nasional kembali normal agar pedagang dan peternak tidak mengalami kepanikan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge