0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Satpol PP Dikeroyok 10 Jaksa, Mengaku Dipukul Pakai Kunci Roda

(merdeka.com)

Timlo.net – Dua pengendara mobil di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan dikeroyok 10 oknum jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekayu. Kedua korban adalah Zulham Efendi (37), pegawai negeri sipil (PNS) Satpol PP Kabupaten Musi Rawas Utara dan rekannya Ndang Jay Satriani (38).

Sementara jaksa yang dilaporkan berinisial AH yang menjabat Kasi Pidana Khusus Kejari Sekayu dan BS selaku Kasi Pidana Umum, serta delapan jaksa lain.

Kepada polisi, korban Zulham mengungkapkan, kejadian itu berawal saat dia dan temannya mengendarai mobil dari arah Muba menuju Musi Rawas Utara, Kamis (27/7) malam. Saat berada di Desa Lais, Kecamatan Lais, Muba, dia menyalip dua mobil yang dikendarai para jaksa.

Tak senang didahului, para jaksa mengejar dan mengadang mobil korban. Korban mengaku telah meminta maaf. Namun justru dibalas dengan bogem mentah AH.

Kedua korban ditarik para pelaku keluar mobil. Mereka langsung dikeroyok habis-habisan oleh para penegak hukum. AH dan BS disebut memukul dengan kunci roda dan menendang dada korban. Sedangkan delapan jaksa lain memegangi kedua korban agar tak bisa melawan.

Korban Zulham menderita luka lebam di pipi kanan, tangan kiri, dan memar di dada. Sementara korban Ndang luka di tangan kiri dan dada akibat ditendang.

“Mungkin karena mereka tak senang kami salip, mereka mengadang lalu mengeroyok kami. Mereka semuanya jaksa dari Sekayu,” ungkap Zulham saat melapor ke SPKT Polda Sumsel, Jumat (28/7).

Kedua korban diselamatkan warga dan akhirnya diamankan ke polsek setempat. Korban mengaku mendapat intimidasi dari para terlapor.

“Kami disuruh pulang tanpa ada embel-embel minta maaf, mereka masih mengaku benar,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Cahyo Budisiswanto mengatakan, laporan ini telah diterima dan dimasukkan dalam dugaan tindak pidana pengeroyokan sesuai Pasal 170 KUHP. Barang bukti yang dibawa pelapor adalah kepala kunci roda, pakaian korban, dan surat visum dokter.

“Akan kita proses sesuai hukum yang berlaku, terlapor akan segera diperiksa,” singkatnya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge