0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sendratari Kelurahan Semanggi Eksplorasi Makna Daun Semanggi

Dari kanan, Lurah semanggi Sularso, Ketua Panitia Grebeg Semanggi Joko Wiranto, bersama salah panitia, Rosi saat jumpa pers di Balaikota Solo, Jumat (28/7) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Seni drama dan tari (Sendratari) yang akan digelar di Lapangan Losari, Semanggi, Sabtu (29/7) malam akan mengangkat lakon Adeging Semanggi. Melibatkan ratusan personel, pertunjukan kolosal itu akan menceritakan sejarah berdirinya Kampung Semanggi.

“Tujuannya supaya generasi muda tahu bahwa sebelum berdiri Republik Indonesia, di sini sudah ada negara berupa Keraton Surakarta,” kata Ketua Panitia, Joko Wiranto saat jumpa pers di Balaikota Solo, Jumat (28/7).

Dalam alur cerita yang akan dimainkan, kata Joko, akan disisipkan pula makna di balik daun semanggi. Menurut tradisi Irlandia, semanggi berdaun empat merupakan lambang keberuntungan. Masing-masing lembar daun melambangkan kepercayaan, cinta, harapan, dan keberuntungan.

“Karena kita Bangsa Indonesia, kita modifikasi semanggi berdaun empat menjadi empat pilar berbangsa dan bernegara,” kata dia.

Empat pilar yang dimaksud yaitu sebagaimana sering dikampanyekan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggalika, dan NKRI. Dengan demikian, pertunjukan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Semanggi menjadi kelurahan pertama dari 51 kelurahan di Solo yang berani menyelenggarakan pergelaran sendratari sebagai even unggulan. Umumnya, kelurahan hanya berani menyelenggarakan kirab dan pasar malam sebagai even tahunan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge