0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

OJK Diminta Bekukan Lima Travel Umrah Bermasalah

Pengguna jasa First Travel (merdeka.com)

Timlo.net – Otoritas Jasa Konsumen diminta membekukan usaha biro ibadah umrah yang bermasalah. Sebab, sengketa perjalanan umrah ini tidak hanya dialami oleh konsumen yang mendapatkan layanan promo, melainkan juga konsumen yang mengambil layanan reguler.

“Itu langkah yang benar. Namun apa yang dilakukan OJK dengan hanya meminta First Travel untuk tidak melakukan umrah promo, ini masih nanggung. Masih setengah hati. Jadi kalau OJK hanya menghentikan umroh promo, ini tidak akan menyelesaikan persoalan,” ujar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi di Jakarta, Jumat (28/7).

Seperti diketahui, Per 22 Juli 2017, YLKI telah menerima 22.613 pengaduan dari calon Penyelenggara Ibadah Umrah. Di antaranya, 17.557 pengaduan merupakan jemaah First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Selain First Travel, masih ada lima biro umroh lain yang sudah diadukan ke YLKI, yaitu Kafilah Rindu Kabah 3.056 konsumen, Ustmaniyah Hannien Tour 1.821 konsumen, Komunitas Jalan Lurus 122 konsumen, Wisata Basmalah Tour and Travel 33 konsumen, Mila Tour Group 24 konsumen.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) kembali menghentikan atau menutup kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 11 entitas.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan, penghentian kegiatan usaha tersebut dikarenakan dalam menawarkan produknya, 11 entitas tersebut tidak memiliki izin usaha dan berpotensi merugikan masyarakat.

“Dalam rangka perlindungan konsumen dan masyarakat, Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan usaha 11 entitas sejak tanggal 18 Juli 2017,” kata Tongam.

Entitas yang dihentikan kegiatannya adalah PT Akmal Azriel Bersaudara, PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel, PT Konter Kita Satria, PT Maestro Digital Komunikasi, PT Global Mitra Group, PT Unionfam Azaria Berjaya/Azaria Amazing Store.

Selain itu, 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama, Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia, Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru, PT Maju Mapan Pradana/Fast Furious Forex Index Commodity/F3/FFM, dan PT CMI Futures.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge