0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konflik di Palestina Dinilai Sebagai Tragedi Kemanusiaan

Pemuda Pasar Kliwon Pembela Palestina menggelar aksi damai (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pemuda Pasar Kliwon Pembela Palestina menuduh Israel hanya melakukan pencitraan dengan membuka blokade Masjid Al Aqsa di Palestina. Mereka juga menyesalkan pihak Persatuan Bangsa Bangsa dan Liga Arab yang tidak melakukan apapun terhadap tindakan represif Israel terhadap rakyat Palestina.

“Itu hanya pencitraan saja. Memang blokade sudah dibuka, tetapi sholat tetap tidak boleh,” kata koordinator aksi Farid Umar Assegaf, saat aksi damai di Gladak, Solo, Jumat (28/7).

Dikatakan, aksi ini tidak membawa agenda agama. Melainkan dirinya mengetuk hati semua masyarakat apapun agamanya untuk melihat konflik di Palestina sebagai tragedi kemanusiaan.

“Ini adalah tragedi kemanusiaan. Kita semua punya tanggung jawab moral terhadap Palestina,” katanya.

Kedepan, pihaknya akan menggalang dukungan untuk memboikot semua produk yang terkait langsung dengan Israel dan Amerika.

“Karena kami tidak bisa melihat saudara-saudara kami di Palestina, kami bisa melakukan yang bisa kami lakukan. Sebab tindakan Israel ini sudah sangat keji sekali, sholat tidak boleh, anak-anak dibunuh,” imbuhnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge