0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tato Tidak Identik dengan Kriminalitas

Solo Skin Art Exhibition (dok.heru murdhani)

Solo — Seni merajah tubuh atau yang biasa dikenal dengan istilah Tato hari ini bukanlah sesuatu yang tabu di masyarakat. Sebab seni tato sendiri merupakan seni yang juga hidup dan berkembang di Indonesia, terutama di Suku Dayak di pedalaman Kalimantan, dan Mentawai.

“Kalau dulu orang bertato dianggap kriminal dan penjahat, tetapi dalam perkembangannya tato sekarang lebih bisa diterima masyarakat dengan segmentasi cukup luas,” papar Boim, salah satu tato artis saat ditemui di acara Solo Skin Art Exhibition, Kamis (27/7).

Diceritakan, pada dekade 80an, ada gerakan politik tertentu yang berupaya menyingkirkan orang-orang bertato yang ada di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Hal ini menyebabkan trauma yang mendalam, sehingga beranggapan bahwa tato merupakan sesuatu yang buruk.

“Padahal tidak seperti itu, nah mulai tahun 2000-an orang mulai berani untuk bertato lagi, hingga sekarang penggemar tato sudah tidak malu-malu lagi dalam menunjukkan eksistensi keberadaan mereka,” katanya.

Pemilik Studio Boim Solo Tattoo ini juga mengatakan bahwa dirinya bersama kawan-kawan di Solo Tattoo Solidarity, selain berupaya memperbaiki citra tato juga menggemakan tato yang bersih dan sehat.

“Kalau pengerjaan secara tradisional kita kurang paham bagaimana standar kesehatannya. Namun yang modern kita coba menyejajarkan standar kita dengan tato artis dari luar. Seperti mengganti jarum, menggunakan sarung tangan dan masker, bahkan juga menggunakan tinta tato yang standar,” jelasnya.

Dengan standar tersebut dirinya berharap pecinta tato tidak khawatir saat akan menambah tato di tubuhnya. Selain itu dirinya berharap tato semakin bjsa diterima semua kalangan masyarakat dan tidak menganggap minor orang dengan tato.

“Ya sudah terlihat perkembangan yang bagus, misalnya seperti Menteri Susi Pujiastuti juga bertato, ke depan tidak menutup kemungkinan ada pejabat publik yang bertato juga.” katanya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge