0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Bencana, Aceh dan Karanganyar Bertukar Ilmu

(Gunung Barujari |antaranews.com)

Karanganyar — Perihal perangkat early warning system (EWS) menjadi topik pembahasan dalam kunjungan kerja BPBD Provinsi Aceh ke Kabupaten Karanganyar. Dalam tukar pendapat itu, kedua instansi merasa perlu berkomunikasi ke pemasang EWS terkait pemeliharaan dan penggunaan ideal.

“Di Aceh Besar, jenis longsornya bebatuan. EWS yang ditanam di sana entah mengapa sering berbunyi sendiri. Apakah karena aktivitas penggembalaan ternak atau yang lain?” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil di forum kunjungan kerja di rumah dinas bupati Karanganyar, Rabu (26/7).

Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko mengatakan problem serupa dialaminya. Bahkan, separuh EWS yang ditanam di lokasi rawan longsor sudah tidak berfungsi. Selain sinyal gerakan tanah tak berbunyi, terdapat alat terlalu sensitif.

Kepala BPBD Karanganyar, Samsi menyampaikan program-program yang dilakukannya selama ini dalam menanggulangi bencana. Salah satu paling efektif melalui jejaring sukarelawan.

“Sebanyak 1.474 sukarelawan dari 30 Ormas siap membantu kinerja BPBD Karanganyar dalam menangkap gejala yang ada didaerah dan dilaporkan setiap hari ke markas BPBD Karanganyar. Keberhasilan kinerja BPBD Karanganyar selama ini tidak lepas dari partisipasi dan kesadaran yang tinggi akan adanya bencana oleh masyarakat,” ujar Samsi.

 

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge