0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suwarti Bersyukur Bisa Berhaji

Penjual gorengan asal Jenawi, Suwarti masuk kloter 21 (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Seorang penjual gorengan asal Desa Balong, Jenawi, Suwarti (49) membuktikan bahwa kecukupan materi bukan satu-satunya penentu seseorang bisa berhaji. Namun, lebih pada semangat pantang menyerah mengharap ridho Ilahi.

“Sisa laba berjualan gorengan ditabung. Kadang terkumpul Rp 50 ribu-Rp 100 ribu tiap pekan. Begitu terus sampai ongkos naik haji Rp 35,767 juta terlunasi,” ujarnya kepada Timlo.net di acara pamitan haji di rumah dinas bupati Karanganyar, kemarin.

Suwarti tinggal bersama suami dan seorang anaknya. Putra sulungnya meninggal dunia akibat kecelakaan pada 2010 silam. Seorang lagi anaknya sudah berkeluarga. Setiap sore, ia menggelar lapak gorengan di sebelah Terminal Balong bersama suaminya usai berdagang es krim keliling. Suwarti mendaftar haji pada Maret 2011 dan masuk kloter 21 pemberangkatan jemaah calon haji asrama Donohudan, Boyolali untuk penerbangan ke Tanah Suci pada 2 Agustus 2017.

Bagi wanita ini, menunaikan rukum Islam kelima itu sungguh melegakan. Ia selalu berdoa diberi rezeki dan kesempatan untuk menjawab panggilan ke Tanah Suci. Selama ini, ia tak pernah absen memberi selamat para tetangga atau kerabat usai berhaji dengan harapan suatu saat nanti dapat merasakan hal serupa.

“Usai anak saya meninggal pada 2010. Dia mewariskan uang. Dulu pernah ngomong mau memberangkatkan haji bapak ibunya. Uang itu akhirnya untuk mendaftarkan saya haji. Tahun ini berangkat sendiri, tidak dengan bapak. Mungkin sepulangnya saya dari haji, giliran bapak mendaftar,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge