0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ki Manteb Pernah Ndalang Tiga Menit, Ini Ceritanya

Ki Manteb Sudarsono (timlo.net/heru gembul)

Solo — Nonton wayang semalam suntuk sudah biasa, namun bagaimana jika menonton pertunjukan wayang hanya selama tiga menit? Tentu ini merupakan pengalaman yang unik. Terlebih jika pertunjukan itu disajikan oleh maestro Pedalangan, Ki Manteb Sudarsono.

“Lho saya itu pernah, ndalang cuma tiga menit,” kata pria 69 tahun tersebut di hadapan peserta program Belajar Bersama Maestro, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (25/7).

Lakonnya, sambung Ki Manteb, adalah Dasamuka Lena. Lakon ini dibawakan Ki Manteb saat dirinya mendapatkan penghargaan UNESCO Award pada 2004 silam, di markas besar Unesco (lembaga pendidikan dan kebudayaan PBB – Red) di Paris, Perancis. Lakon ini menceritakan tentang tokoh jahat Dasamuka yang tidak bisa mati walau sudah sekarat terkena panah sakti Rama Wijaya dan digencet gunung oleh Hanoman.

“Saya mentas itu di hadapan tim penilai, ya sudah, saya ceritakan bahwa Dasamuka ini merupakan perlambang nafsu manusia. Nah nafsu ini tidak akan mati, jika manusianya memang tidak punya keinginan untuk menahan nafsunya sendiri. Nafsu akan tetap hidup selama manusia justru menghamba pada nafsunya,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 20 siswa SMA dari berbagai daerah di Indonesia, selama 14 hari mulai sejak tanggal 11 – 25 Juli mengikuti program Belajar Bersama Maestro (BBM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2017. Mereka mengikuti program magang dengan cara tinggal dan bergaul sehari-hari dengan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono, di kediamannya di Karangpandan Kabupaten Karanganyar.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge