0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

20 Siswa se Indonesia Belajar Bersama Ki Manteb Sudarsono

Ki manteb Sudarsono bersama anak-anak program Belajar Bersama Maestro Kemeterian Pendidikan (timlo.net/heru gembul)

Karanganyar — Sebanyak 20 siswa SLTA dari berbagai daerah di Indonesia, selama 14 hari mulai sejak tanggal 11 – 25 Juli mengikuti program Belajar Bersama Maestro (BBM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2017. Mereka mengikuti program magang dengan cara tinggal dan bergaul sehari-hari dengan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono, di kediamannya di Karangpandan Kabupaten Karanganyar.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pak Manteb karena telah mendidik anak-anak kami dengan melalui program BBM ini. Kedepan kami berharap mereka mampu menjadi pengawal sekaligus pelestari kebudayaan di daerah masing-masing sesuai dengan cita-cita bangsa yakni berdaulat secara kebudayaan,” ungkap Kasubdit Seni Musik, Direktorat Kesenian, Kemendikbud, Edi Irawan, Kamis.

Dikatakan program BBM ini telah menginjak tahun ke-3. Program ini di inisiasi oleh Anies Baswedan sewaktu dia menjadi Kemendikbud. Diterangkan output yang ingin dicapai adalah anak-anak bisa menyerap sisi baik dari kehidupan para masetro seni kebudayaan yang sebelumnya telah ditunjuk untuk melakukan pelatihan terhadap para pelajar tersebut.

“Dengan tinggal bersama sang maestro, diharapkan bisa menginspirasi anak-anak untuk kedepan bisa mencontoh, bahkan mengembangkan dalam sisi kehidupan mereka masing-masing,” katanya.

Ada 15 maestro yang ditunjuk untuk menjadi mentor bagi peserta BBM, diantaranya adalah Titiek Puspa (seni musik), Retno Maruti (seni tari), Manten Soedharsono (seni teater), Djana Partanain (seni musik), Jose Rizal Firdaus (seni tari), Hanafi (seni rupa), Fendi Siregar (seni media), Iman Sholeh (seni teater), Dedek Wahyudi (seni musik), Zakaria (seni tari), Timbul Raharjo (seni rupa), Asia Ramli (seni teater), Caro David Habel Edon (seni musik), Sunaryo (seni rupa), dan Krisna Murti (seni media).

Sementara itu Ki Manteb Sudarsono mengatakan, dirinya mendorong Kemendikbud untuk lebih mengintensifkan pembelajaran pada program BBM ini. Dirinya juga meminta waktu yang cukup panjang, untuk anak bisa mengerti dan mempelajari dengan lebih baik.

“Ini program yang baik, namun kalau hanya 14 hari ini waktu yang singkat. Ada baiknya waktu liburan sekolah, bisa ditingkatkan menjadi 30 hari. Sehingga anak memiliki bekal yang cukup untuk menyerap ilmu,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge