0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolres Larang Mantan Anggota dan Pengurus HTI Berdakwah

Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Menyusul pembubaran ormas Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah, Polres Wonogiri memberikan warning bagi mantan anggota ataupun pengurus HTI. Mereka dilarang berdakwah di kalangan masyarakat di manapun tempatnya.

“Kita bersama institusi lintas sektoral akan mengawasi setiap pergerakan dan kegiatan mereka,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora, Kamis (27/7).

Disampaikan Kapolres, tindakan itu bukanlah tidak berdasar. Pihaknya mengacu dengan terbitnya Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 tahun 2017 perubahan UU No 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Disisi lain, Kapolres menilai adanya upaya lain, agar para mantan anggota dan pengurus HTI tidak kembali menyebarkan faham khilafah.

“Yang jelas kita bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) akan membina para mantan anggota HTI Wonogiri, hingga mereka benar memiliki komitmen dan mengakui adanya Pancasila,” kata dia.

Saat ditanya dimana dan berapa jumlah anggota HTI di Wonogiri, Kapolres menyebutkan, ada ratusan lebih anggota ormas itu. Mereka berada di salah satu kecamatan di Wonogiri merupakan basis HTI. Bahkan pengurus dan pentolannya berdomisi di kecamatan tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge