0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pusat Layanan Autis Solo Kewalahan Layani Banyaknya Anak Autis

Dr Kresno Mulyadi Sp Kj saat memberikan pelatihan terapi autisme (timlo.net/heru gembul)

Solo — Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Autis (PLA) Solo mengaku kewalahan dengan banyaknya anggota masyarakat yang membutuhkan pelayanan autisme. Hal tersebut bisa terlihat dari jumlah daftar tunggu para penyandang autisme yang hendak diterapi masih cukup panjang.

“Kami memiliki 14 terapis yang bisa melayani 45 anak penyandang autis. Itu belum selesai, yang sudah antri itu sampai 38 anak,” terang Hasto saat dijumpai, Rabu (25/7).

Dikatakan bahwa rasio antara terapis dan jumlah anak tidak sebanding. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan antrian.

Hasto mengatakan selama ini PLA Solo menerapkan empat jenis terapi bagi pasien mereka. Dikatakan setiap jenis terapi dibutuhkan waktu selama 8 bulan. Apabila anak belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, terapi tersebut akan diulangi lagi.

“Pertama kali masuk, anak kita golongkan sesuai dengan SOP yang kita miliki untuk menentukan tingkat autisme nya, kemudian kita berikan terapi sesuai dengan tingkatannya,” urai dia.

Setiap sesi terapi, membutuhkan dana sekitar Rp 35 juta rupiah. Dana tersebut diambilkan dari APBD Kota Bengawan. Semua penyandang autis yang diterapi di PLA adalah keluarga miskin, hal ini dibuktikan dengan surat keterangan miskin dari kelurahan. Sekitar 10 persen dari jumlah pasien PLA merupakan warga luar Solo.

Setiap dua bulan sekali, pihak PLA mengadakan pertemuan dengan orang tua pasien untuk mengetahui perkembangan anak. Dengan tajuk Curah Gagasan, forum ini juga membahas tentang terapi yang bisa dilakukan orang tua dirumah masing-masing.

“Setiap jumat, kita lakukan home visit untuk bisa mengetahui kondisi anak saat di rumah,” kata dia.

Diharapkan dengan terapi ini anak-anak penyandang autisme bisa kembali sembuh dan menjadi pribadi yang mandiri.

“Ya minimal bisa mandiri dalam aktivitas pribadinya dan tidak membebani orang tua.” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge