0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antisipasi Mafia Pangan, Polsek Plupuh Data Pengepul Beras

Gudang beras PT Sakti (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Polsek Plupuh menemukan adanya indikasi mafia beras yang sangat merugikan petani. Hal ini terungkap saat Polsek Plupuh melakukan pendataan ke sejumlah tempat pengepul dan penggilingan padi di wilayahnya.

“Tapi sejauh ini kami hanya melakukan pendataan dan kita laporkan Kapolres. Pihak Satgas Mafia Pangan Reskrim Polres Sragen, tentu yang akan menindak lanjuti, menangani lebih dalam,” kata Kapolsek Plupuh AKP Sunarso, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Rabu (26/7).

Sunarso mengungkapkan, beberapa tempat yang didatangi diketahui menjual beras jauh lebih tinggi dari harga jual petani. Pihaknya menemukan ketidakseimbangan komoditas gabah/beras yang sangat mencolok antara petani dengan pedagang.

Saat mendatangi tempat penggilingan padi yang tergolong besar di Plupuh milik Sunarno, pihaknya dikejutkan dengan murahnya harga beli gabah basah dari petani yang hanya mencapai harga Rp 4.750 perkilogram. Sementara oleh pedagangnya dijual dengan harga Rp 7.400 perkilogram untuk jenis IR 64.

Hal yang sama juga ditemukan di penggilingan padi milik Sarno di Dukuh Karungan, Plupuh. Sarno membeli gabah dari petani dengan harga Rp 4.700 perkilogramnya dan menjual kepada pedagang sebesar Rp 7.300 perkilogram untuk jenis IR 64. Penggilingan padi ini tengah mengolah sebanyak 7 ton gabah yang akan dijual kepada pedagang di wilayah plupuh.

AKP Sunarso menambahkan, pengecekan ke pengepul beras tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari harapan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk mendata pengepul beras, penggilingan padi, gudang beras, kapasitas stok dan pendistribusiannya. Itu semua untuk mengantisipasi adanya mafia pangan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge