0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Warga Terpaksa Konsumsi Air Sungai

Krisis air, warga Kalimati, ,Juwangi, terpaksa memanfaatkan air sungai untuk dikonsumsi dan MCK (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Krisis air bersih mulai dirasakan warga dibeberapa wilayah di Kabupaten Boyolali. Seperti di Kedunglumbu, Desa Kalimati, Kecamatan Juwangi, warga terpaksa mengonsumsi air sungai yang keruh. Mereka membuat lubang kecil dialiran sungai Kedunglumbu.

Tak hanya harus mengonsumsi air sungai, untuk mendapatkan sumber air di aliran sungai Kedunglumbu yang juga mulai mengering, warga harus berjalan ratusan meter.

“Sudah sebulan ini sumur warga mengering,terpaksa mencari air di sungai,” kata Seniwati, warga Kedunglumbu, Rabu (26/7).

Selain dikonsumsi untuk minum, air sungai juga digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian. Hanya saja, untuk air yang dikonsumsi,warga harus menunggu berjam-jam agar air yang keluar dari lubang yang digali menjadi jernih.

“Harus ditunggu dulu biar jernih, baru diambil pelan-pelan,” ujar Surani.

Sementara itu, kondisi yang sama juga dialami warga di Kecamatan Kemusu. Dari 13 desa, lima desa kondisinya paling parah. Lima desa tersebut yakni Desa Guwo, Watugede, Sarimulyo, Kedungrejo dan dan Desa Kedungmulyo.

“Hampir tiap musim kemarau selalu mengalami krisis air bersih,” ujar Camat Kemusu, Supana.

Dijelaskan, bila kemarau tiba, warga terpaksa mencari sumber air masuk ke hutan dengan berjalan kaki. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar segera bisa memberikan bantuan air bersih.

“Kalau kemarau, kebutuhan air bersih, warga sangat mengandalkan bantuan droping air,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge