0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertemuan Tanpa PAN, Jokowi Klaim Undang Semua Parpol Koalisi

Presiden Jokowi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Ketidakhadiran perwakilan dari Partai Amanat Nasional (PAN) saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang pimpinan fraksi pendukung pemerintah ke Istana Merdeka, Senin (24/7) kemarin dipertanyakan. Karena pada saat pertemuan itu, hanya PAN saja yang tidak hadir.

Saat dikonfirmasi, Presiden Jokowi mengaku mengundang seluruh koalisi pendukung pemerintahannya termasuk PAN. Namun, undangan memang tak dikirim langsung olehnya, namun dikirim oleh pihak Istana Kepresidenan melalui Kementerian Sekretariat Negara.

“Ya diundang semua, tapi yang ngundang kan bukan saya,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/7).

Jokowi mengatakan, tak tahu apakah undangan tersebut tak sampai sehingga tak ada satu pun perwakilan dari PAN yang hadir dalam pertemuan tersebut. Dia memastikan telah meminta agar undangan diberikan ke seluruh partai politik pendukung.

“Bisa saja disebut enggak sampai undangannya, tapi kan bukan dari saya undangannya. Saya tahunya seluruh partai pendukung itu kita undang. Ya bisa saja ada yang undangannya enggak sampai, ada yang sampai tapi enggak hadir. Macam-macam. Tapi enggak ngerti itu kan teknis,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara membantah membahas terkait bongkar pasang kabinet yang dalam beberapa waktu terakhir berhembus kencang akan dilakukan olehnya.

“Ndak ada urusannya,” ujarnya.

Reshuffle Kabinet berhembus kencang salah satunya karena sikap PAN yang sering berseberangan dengan pemerintah dan partai pendukung. Nama Politikus PAN yang menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur pun menjadi sorotan.

Saat ditanya terkait sikap PAN yang terus-terusan berbeda dengan pemerintah dan koalisi itu, Jokowi mengaku tak masalah. Dia mengatakan, hubungan antara partai pimpinan Zulkifli Hasan itu baik-baik saja.

“Kita baik-baik saja,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto sebelumnya mengatakan, pihaknya tidak hadir karena memang tak menerima undangan dari Istana.

“Saya enggak terima undangan kok. SMS enggak ada, apa enggak ada,” kata Yandri saat dihubungi, Senin (24/7).

Para Politisi yang bertemu dengan Presiden saat itu, di antaranya politisi yang hadir kebanyakan berasal dari Partai Golongan Karya. Selain Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, ada pula Sekretaris Fraksi Golkar Agus Gumiwang, Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng, Bendahara Fraksi Golkar Robert J Kardinal, dan anggota Fraksi Golkar Aditya Anugrah Moha.

Ada juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto, anggota Fraksi PDIP I Gusti Agung Rai Wirajaya, Wakil Ketua Fraksi Nasdem Johnny G Plate, Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati, dan Anggota DPR Fraksi PPP Amir Uskara. Hadir pula Ketua Fraksi PKB Ida Fauziah dan Ketua Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge