0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ibroni, Tukang Tambal Ban Naik Haji Dua Kali

Ibroni, tukang tambal ban, warga Dukuh Barong, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Mungkin kita pernah menonton judul sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” yang ditayangkan di sebuah televisi swasta. Ternyata kisah semacam itu benar adanya. Hanya saja profesinya yang berbeda.
Seperti apa yang dialami Ibroni (58), warga Dukuh Barong, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Walau profesinya sebagai tukang tambal ban dan membuka bengkel sepeda onthel, dia berhasil pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.
Bahkan tahun ini, Ibroni bakal berangkat lagi naik haji untuk kedua kalinya bersama 1.113 jamaah calon haji (Calhaj) lainnya dari Kabupaten Sragen. Ketika ditemui Timlo.net dalam acara Pamitan Haji di Pendopo Sumanegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (25/7), Ibroni mengisahkan pengalamannya mampu pergi ke Baitullah hingga dua kali.
Dia menuturkan, sejak membuka bengkel sepeda onthel 40 tahun yang lalu dirinya selalu menyisihkan uang hasil keringatnya itu walaupun hanya Rp 100 hingga Rp 300 tiap harinya. Tidak disangka uang yang dia kumpulkan selama 17 tahun tersebut bisa untuk mendaftar haji.
“Saya berangkat haji pertama tahun 2006. Waktu itu biayanya masih Rp 24.600.000. Itu hasil menabung selama 17 tahun. Memang sejak awal sudah saya niati untuk pergi haji,” kata Roni, panggilan akrab Ibroni.
Roni mengaku, kendati cita-cita untuk naik haji sudah tercapai, namun keinginan untuk kembali ke tanah suci masih ada. Dia pun akhirnya mulai menabung lagi setelah pulang dari Mekah.
Tapi kali ini selain dari hasil tambal ban, Roni juga membuka praktek terapi untuk mengobati penyakit. Dari dua usaha itu, Roni juga mampu menyekolahkan ketiga anaknya, dua diantaranya, yaitu anak pertama dan kedua, hingga lulus S1 di UMS Surakarta. Sedangkan anak bungsunya lulus SMK dan sekarang meneruskan usaha bengkel yang dirintis Ibroni.
Nilai tabungannya pun bertambah, untuk menunaikan ibadah haji tahun 2017 kali ini, Roni sudah mampu menabung Rp 15.000 hingga Rp 50.000 setiap harinya. Uang itu dia kumpulkan dari hasil bengkel dan praktek terapi.
”Dulu pertama berangkat tahun 2006 sendirian, sekarang sama istri (Siti Rofiah —Red). Biayanya sekarang sudah Rp 36 juta untuk satu orang,” ujarnya kepada Timlo.net.
Roni mengaku bersyukur bisa mendapat kesempatan kembali ke Tanah Suci untuk kedua kalinya. Bahkan kalau ke depan masih ada kesempatan, dia masih ingin umrah.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge