0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

FH UNS Akui Paling Lemah Publikasi Ilmiah

International Conference on Law & Culture 2017 (dok.timlo..net/tyo eka)

Solo — Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Supanto mengakui, dibandingkan dengan fakultas lain di UNS, FH paling lemah dalam publikasi ilmiah jurnal internasional terindeks Scopus. Untuk itu, pihaknya berusaha sekeras tenaga menggelar pelatihan bagi para dosen supaya mampu mendongkrak publikasi ilmiah jurnal internasional terindeks Scopus.

“Salah satunya dengan menggelar konferensi internasional seperti sekarang ini. Selama setahun kami menggelar dua konferensi internasional. Sekitar bulan Oktober nanti kami akan menggelar konferensi internasional lagi,” ungkap Prof Supanto kepada wartawan di sela-sela acara International Conference on Law & Culture 2017, di Solo, Selasa (25/7).

Menurutnya, jurnal yang bereputasi internasional yang dihasilkan oleh FH UNS sudah sekitar 12. Namun yang terindeks scopus baru satu. Oleh karena itu, dengan adanya berbagai pelatihan maka tahun depan untuk publikasi ilmiah jurnal internasional terindeks Scopus dari FH UNS diharapkan mengalami peningkatan dan bisa menyalip publikasi ilmiah jurnal internasional terindeks Scopus yang dihasilkan oleh fakultas lain.

Supanto mengakui, kendala yang dihadapi oleh dosen dalam publikasi ilmiah jurnal internasional terindeks Scopus adalah sisi penguasaan bahasa, khususnya bahasa inggris masih rendah. “Kebetulan dosen FH yang alumni luar negeri sangat kecil, sehingga penguasaan bahasa inggris para dosen juga rendah,”ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Panitia International Conference on Law & Culture 2017, Dr Emmy Latifah mengemukakan, konferensi ini baru pertama kali digelar. “Dari konferensi ini outputnya bisa melahirkan publikasi ilmiah jurnal internasional terindeks Scopus,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge