0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kantor PDAM Makassar Dibobol Maling, Rp 1,2 Miliar Raib

Ilustrasi pencurian (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Brankas bendahara di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar dibobol maling, Selasa dini hari (25/7) sekitar pukul 02.35 WITA. Uang senilai Rp 1,2 Miliar raib. Di TKP di Jalan Sam Ratulangi tersebut, polisi menemukan dua obeng yang diduga digunakan pelaku untuk mencungkil pintu ruangan dan brankas besi.

Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan yang ditemui di kantor PDAM Makassar menjelaskan, pihaknya masih melakukan olah TKP dan telah memeriksa CCTV, serta mengambil keterangan sekuriti yang melaporkan kejadian.

“Dari CCTV itu kita duga pelakunya ada dua orang,” kata AKBP Anwar Hasan.

Lebih jauh dijelaskan, Kamis (20/7) lalu, bendahara uang dari bank sebanyak Rp 3 miliar. Selanjutnya digunakan Rp 1,8 Miliar dan sisanya Rp 1,2 Miliar disimpan di brankas. Padahal rencananya uang tersebut digunakan untuk pembayaran.

Anwar Hasan menduga kedua pencuri naik ke lantai dua melalui tangga, kemudian merusak tiga pintu ruangan dengan obeng. Selanjutnya lemari brankas berukuran tinggi kurang lebih satu meter dengan lebar 60 sentimeter dicungkil. Uang tunai di dalamnya kemudian dibawa lari termasuk berkas penting.

“Kita sudah ambil keterangan sekuriti dan kami juga sampaikan ke bendahara untuk melakukan pengecekan apa-apa saja yang sudah dibayar, sehingga datanya akurat soal nilai uang dalam brankas itu,” tutur Anwar.

Sementara Kabag Humas PDAM, Muhammad Idris Tahir menjelaskan, petugas cleaning service melihat brankas terbongkar pukul 05.00 WITA. Saksi mata membuka ruangan setelah mengambil kunci di sekuriti. Saat melihat ruangan terbongkar, langsung melapor ke sekuriti.

“Malam kejadian itu ada lima sekuriti yang berjaga, stay di dua pos jaga yang ada di depan dan belakang kantor. Setiap jam, sekuriti berpatroli ke setiap gedung. Kemungkinan pelaku memang intai sekuriti kapan lengah menyiasati sekuriti usai patroli,” kata Muhammad Idris Tahir.

Sementara Direktur Utama PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo mengatakan, akibat hilangnya Rp 1,2 Miliar ini, sejumlah kegiatan operasional tertunda termasuk pembayaran pajak.

“Akhirnya pembayaran kita lakukan dengan swakelola khususnya pembayaran untuk rekanan atau mitra dan biaya operasional. Sementara yang pajak, sementara ter-pending. Hari ini sebenarnya pembayaran gaji karena kita di sini gaji dibayarkan di akhir bulan, tapi untungnya uang gaji karyawan itu belum ditarik dari bank,” kata Haris Yasin Limpo.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge