0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pesepeda Keluhkan Insiden Berujung Ancaman

(foto: ist)

Timlo.net – Perlakuan tidak menyenangkan dialami salah seorang pesepeda dari sebuah klub di Solo, Henry Santosa. Peristiwa terjadi pada 15 Juli 2017 lalu saat dirinya dan sejumlah rekannya melaju dari Semarang menuju Gunung Nglanggeran, DIY.

Pada saat melintas di ruas jalan raya Semarang-Solo, tepatnya di kawasan Sidomulyo, Ampel, dia terlibat insiden dengan pengemudi truk.

Saat melaju di sekitar lokasi, dia mengaku kaget karena ada sebuah Kijang kapsul dari bahu jalan tiba-tiba masuk ke jalan raya tanpa menyalakan lampu sign. Dia langsung banting kanan, namun dari arah belakang ada truk yang berjalan searah. Truk sempat oleng karena berusaha menghindarinya.

“Sopir truk memaki-maki saya. Padahal masih ada jarak longgar antara saya dengan truk itu,” kata Henry, Selasa (25/7).

Usai berjalan beberapa kilometer, saat keduanya berhenti di lampu merah, dia mengaku sempat adu mulut dengan pengemudi truk.

Tidak selesai sampai di situ, adu mulut berlanjut ketika mereka berjalan lagi beberapa kilometer.

“Saya dipepet sampai keluar jalan, saya teriak dan dia berhenti. Dia turun dan terjadi ribut-ribut di situ,” ungkapnya.

Untungnya tidak sampai terjadi adu fisik antara keduanya. Namun dia menyesalkan kejadian tersebut karena sempat terlontar kata-kata bernada ancaman dari pengemudi truk. Bahkan sang sopir sempat membawa-bawa salah satu korps aparat yang diklaim membekinginya.

“Semoga kita-kita ini sebagai pehobi bersepeda mbok ya dihargai kalau di jalan raya,” keluhnya.

Pasca kejadian ini, dia masih mempertimbangkan untuk melaporkan ulah pengemudi truk ini ke pihak berwajib. Dia mengaku memiliki bukti dan saksi yang cukup.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge