0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebijakan HET Beras Bisa Sengsarakan Petani

Pedagang beras di Pasar Legi Solo (dok.timlo.net)

Solo — Kebijakan pemerintah yang menetapkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 9.000 untuk semua jenis beras mendapat penolakan dari para pedagang di Solo. Pasalnya, harga beras yang berlaku dipasaran saat ini dianggap sudah menyesuaikan dengan harga beli yang dilakukan kepada petani.

“Ya tidak bisa sepihak seperti itu dong. Karena kita menjual beras itu juga sudah mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan harga beli dari petaninya,” ujar pemilik Toko Beras Adi Rasa, Moedjianto kepada Timlo.net, Selasa (25/7).

Menurutnya, kebijakan soal penetapan HET tersebut akan memberikan dampak negative kepada para petani didaerah. Pasalnya, harga jual dari petani yang ditetapkan selama ini menyangkut soal biaya produksi yang mereka lakukan.

“Kalau pedagang sebenarnya tidak ada masalah, kalau murah justru lebih senang karena nanti akan banyak peminat. Lha tapi kalau petani, masak biaya produksi tinggi tapi harus dipaksa menjual dengan harga lebih rendah, kan tidak mungkin,” jelasnya.

Ia mengaku, saat ini tidak terlalu menggangap penting kebijakan tersebut, pasalnya acuan harga jual yang diterapkannya bukan mengacu berdasar pada HET pemerintah melainkan harga beli dari petani. Adapun harga beras yang dijualnya sekarang bervariasi, misal untuk beras medium jenis C4 paling rendah dijual mulai dari Rp 6500 per kilogram, sedangkan untuk jenis Rojo Lele dijual Rp 10.800 per kilogram.

Hal serupa juga disampaikan pedagang lainnya. Anik, pedagang beras di Pasar Legi menganggap bahwa kebijakan pemerintah itu tidak berdasar. Pasalnya, dengan mematok harga jual Rp 9.000 ribu per kilogram untuk semua jenis beras justru akan menyulitkan para petani.

“Saya itu cari untung penjualan beras cuma Rp 200 per kilogramnya. Jadi kalau harus dipatok harga segitu, sementara harga beli dari petani lebih mahal ya mana mungkin bisa,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge