0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Semarak Budaya Indonesia Wadahi Tari Kontemporer

Tari tradisional (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Semarak Budaya Indonesia (SBI) sebagai ajang tumbuh kembang seni tari tradisi dan komunikasi para pegiat tari di Kota Bengawan, kembali digelar pada Kamis dan Jumat (27-28/7). Bertajuk Megah Tari Nusantara, penyelenggaraan yang sudah menginjak tahun keempat ini juga mewadahi tari kontemporer atau kreasi baru.

“Indonesia punya banyak kekayaan tarian yang bisa diperagakan dan dinikmati oleh masyarakat. Namun sayang, kurangnya wadah untuk pertunjukan-pertunjukan tari menjadi kendala bagi masyarakat untuk mengenal ragam tari tersebut. Karenanya SBI hadir untuk mendekatkan jarak antara masyarakat dengan tari,” papar Ketua Pelaksana Distrifani, Selasa (25/7).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mengambil venue di Gedung Ketoprak Balekambang, acara digelar pukul 18.00 sampai  22.00 WIB tersebut akan mengambil lokasi di Teater Terbuka Balekambang. Selain itu ada satu sajian, yakni tari Baluse dari masyarakat Nias yang menggambil lapangan rumput Taman Balekambang sebagai panggung.

“Kalau tari Baluse ini menggambarkan peperangan, jadi lebih pas jika ditarikan di areal terbuka, ini satu-satunya yang menggunakan lapangan rumput, sedangkan yang lain tetap di teater terbuka,” katanya.

Dikatakan berbagai tarian yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang sarat makna historis dan merupakan sumber kekayaan budaya Indonesia akan ditampilkan dalam pagelaran pentas seni tari kali ini. Tujuan mengambil tema Megah Tari Nusantara untuk mengajak dan memperkenalkan generasi muda akan berbagai kekayaan tarian yang ada di Nusantara.

Pada hari pertama, akan ada 6 delegasi dengan 12 tarian yang dibuka oleh Tari Sekar Yudhaningrum dari Sanggar Semarak Candra Kirana. Sedangkan pada hari kedua, akan ada 6 delegasi dengan 16 tarian. Sedangkan sebagai penutup, Komunitas Masyarakat Nias akan menyuguhkan Tarian Hambo Batu dengan atraksi melompati batu setinggi dua meter.

Beberapa sanggar tari yang mengikuti SBI 2017 diantaranya adalah Sanggar Semarak Candra Kirana, Sri Gemala Laksamana, LKP Seni Pradapa Loka Bhakti, Komunitas Masyarakat Nias, Sarwi Retno Budaya, Kembang Lawu, Krida Budaya, Klangenan Budaya Prabudingrat, Sanggar Soeryo Soemirat, Sanggar Seni Kinanti Sekar, Grup Tari Kinarya Soeryo Soemirat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge