0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pencairan Dana BOP PAUD Dinilai Diskriminasi

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyerahkan bantuan BOP PAUD (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Penyaluran Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) bagi lembaga PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini di Wonogiri dinilai diskriminasi. Pasalnya, BOP dari pemerintah pusat melalui DAK hanya diberikan kepada PAUD yang memiliki peserta didik berjumlah di atas 12 anak.
“Padahal PAUD yang muridnya kurang dari 12 anak itu beban biayanya malah besar tapi kok malah tidak mendapat subsidi pusat,” kata Ketua Komisi IV DPRD Wonogiri, Sriyono pada acara Sosialisasi dan Penyaluran DAK Non Fisik BOP PAUD Wonogiri tahun 2017 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (25/7).
Anggota Fraksi PDIP ini pun menyoroti dunia pendidikan yang ada di Indonesia jauh berbeda dengan dunia pendidikan di negara tetangga, seperti Finlandia, Jepang dan Korea. Melihat realita di tiga negara itu, Sriyono menyebut bahwa di Indonesia ada yang salah di dalam sistem pendidikan.
“Kalau di sana (Finlandia), jam pelajaran lebih sedikit. Contoh setiap satu jam pelajaran yang  lamanya 45 menit, 15 menitnya untuk istirahat, tapi output mereka jauh lebih baik dan berkualitas tinggi, sedang di Indonesia satu jam pelajaran tidak ada istirahatnya. Dan d isana, usia minimal masuk sekolah tujuh tahun, tapi di sini belum tujuh tahun saja disesel-seselke (dipaksakan),” kata Sriyono.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo di sela-sela penyerahan secara simbolis BOP PAUD  kepada 10 pengelola PAUD di lima distrik mengatakan, sebelum tahun 2016, PAUD di Wonogiri belum tersentuh bantuan apapun termasuk BOP. Barulah di tahun 2016, sekitar 1005 TK dan PAUD yang mendapatkan stimulan melalui BOP, sedang 67 lembaga pendidikan usia dini tidak menerima BOP.
Hal itu, kata Bupati, lantaran lembaga tersebut jumlah muridnya di bawah 12 anak. Tahun ini, pemerintah pusat menganggarkan dana Rp 14 miliar untuk bantuan BOP kepada lembaga pendidikan usia dini di Wonogiri.
“Akan kami upayakan yang belum menerima BOP ditutup dengan dana APBD,” tandas Bupati.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge