0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Produsen Beras Maknyuss Gelar Public Expose di Bursa Efek Indonesia

(merdeka.com)

Timlo.net – Kasus penggerebekan gudang beras milik anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food Tbk, yakni PT Indo Beras Unggul (IBU) menjadi sorotan. Perusahaan tersebut akhirnya melakukan public expose untuk menjelaskan dugaan kasus beras oplosan oleh produsen beras Maknyuss dan Ayam Jago ini.

Presiden Direktur PT TPS Food Tbk, Joko Mogoginta, mengatakan bahwa kasus ini sudah menjadi topik hangat. Sehingga dia berharap public expose bisa mengklarifikasi mengenai tuduhan yang ditujukan untuk anak perusahaannya.

PT TPS Food Tbk sendiri tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham AISA.

“Public expose ini sangat perlu untuk semua stakeholder kami dan khususnya PT Indo Beras Unggul ini ada apa. Ini tujuan kami public expose,” kata Joko di gedung BEI, Jakarta, Selasa (25/7).

“Harapan kami dengan public expose hari ini kami menginginkan semua berita yang ada selama ini terang benderang. Itulah harapan kami semua karena menyangkut banyak orang. Kasian yang tidak tahu apa-apa,” imbuhnya.

Dia menambahkan, perusahaannya sangat menjunjung tinggi atas legal produk, dan memiliki izin. Namun, jika ada kesalahan atau hal yang salah, maka PT Tiga Pilar sangat terbuka untuk kritik dan teguran.

“Sejak PT Tiga Pilar ini berdiri, kami menjunjung tinggi hal itu. Namun apabila ada yang tidak lengkap kami perusahaan yang siap untuk dibina, ditegur. Sangat terbuka dan transparansi,” jelas Joko.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan yang harus diperhatikan dari isu beras oplosan ini bukan kasusnya, melainkan keberlangsungan perusahaan.

Dia menilai, kasus beras oplosan ini tidak akan memberikan pengaruh langsung terhadap PT Tiga Pilar Sejahtera. Meski demikian, BEI tetap akan mendorong agar perseroan melakukan public ekspose.

“Selambatnya besok mereka harus sudah siap (public ekspose). Silakan kemudian investor memutuskan apakah mereka salah atau tidak dan bagaimana kelangsungan hidup mereka di masa depan,” kata Tito.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge