0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dosen PNS Terlibat HTI Terancam Dipecat

Ruangan HTI (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Dalam waktu dekat Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir akan mengumumkan ada tidaknya pegawai negeri sipil (PNS) tenaga pendidik di kampus yang terlibat aktif ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Nasir mengancam akan mengeluarkan tenaga pendidik yang masih terlibat aktif di HTI.

Civitas akademi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berjanji mengikuti arah Menristekdikti. Bahkan pihak ISI siap menindak tegas dosen dan karyawan jika ditemukan ada yang terlibat Ormas HTI.

“Soal itu (HTI) sudah ada keputusan dari menteri (Menristekdikti). Sebagai institusi negeri kami juga akan mengikuti langkah-langkah yang diambil oleh kementerian,” papar Wakil Rektor III ISI Yogyakarta, Anusapati.

Anusapati menuturkan bahwa aturan yang disampaikan oleh Kemenristekdikti sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai yang menyatakan harus setia pada Pancasila dan UUD 1945. ISI akan sejalan dan sesuai dengan arahan Kemenristekdikti.

Anusapati menyampaikan bahwa pihak ISI belum mengetahui secara pasti berapa jumlah dosen yang menjadi anggota HTI. Meskipun demikian, Anusapati tak menampik ada dosen ISI yang menjadi anggota HTI.

“Belum ada (pelayangan surat). Tetapi akan kami segera kami lakukan,” ucap Anusapati.

Diberitakan sebelumnya, Menristekdikti M Nasir saat mendampingi Presiden Jokowi di Kongres Pancasila di UGM, Sabtu (22/7) mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi pada dosen dan karyawan perguruan tinggi yang menjadi anggota HTI.

“Ada dua pilihan. Silakan dia keluar dari HTI, tidak ikut kegiatan HTI dan bergabung dalam pemerintah sebagai PNS. tapi kalau ditetap di HTI, dia akan dikeluarkan dari PNS,” tegas Nashir di UGM. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge