0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sakit Menahun, Parmo Pilih Mati

Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Karanganyar — Seorang warga Dusun Winong Rt 25/Rw VII Desa Jatisawit, Jatiyoso, Parmo (75) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri, Senin (24/7) pukul 05.15 WIB. Diduga, aksi nekat itu dilatarbelakangi depresi.

”Korban kali pertama kali ditemukan dua anggota keluarganya, Guntur Prakoso (24) dan Sutino (42),” ungkap Kapolsek Jatiyoso AKP Murtiyoko.

Kedua saksi melihat sosok manula itu tergantung dengan leher terjerat tali yang ditautkan ke dahan pohon mangga. Di bawahnya terdapat sebuah kursi warna biru, diduga sarananya melakukan aksi nekat itu. Mereka melaporkan peristiwa itu pada Senin pagi.

Setelah dicek, aparat mendapati korban masih belum diturunkan. Bersama warga lain, aparat memindahkannya ke tempat lebih layak. Dokter puskesmas juga diminta hadir memeriksa korban.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tak ada tanda penganiayaan. Murni bunuh diri, terlihat dari kondisi seperti keluar air mani dan kotoran di dubur,” katanya.

Usai divisum, keluarga korban menolak dilanjut autopsi. Mereka menerima musibah tersebut dan ingin segera menguburkannya secara layak. Ditanya pemicu korban bunuh diri, keluarga korban kepada polisi mengatakan Parmo diduga frustasi. Dirinya sakit-sakitan selama menahun, sedangkan psikologisnya labil.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge