0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PAN Sebut Bisa Koalisi karena Jokowi

Partai Amanat Nasional (PAN) (merdeka.com)

Timlo.net – Di tengah isu memanasnya hubungan partai pemerintah dengan Partai Amanat Nasional (PAN), kabar reshuffle kabinet pun merebak. Pada prinsipnya, PAN tak masalah jika memang harus kehilangan satu kursi menterinya.

Ketua DPP PAN, Yandri Susanto mengatakan, konsekuensi jika PAN kena reshuffle, maka kemungkinan akan keluar dari partai pendukung pemerintah. PAN tak lagi sejalan dengan PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP dan Hanura.

“Yang ngajak koalisi dulu kan Pak Jokowi, kalau Bang Asman (Menpan RB Asman Abnur-red) direshuffle, berarti kan PAN tidak lagi bisa diharapkan di barisan yang sama. Artinya menurut saya sudah tidak ada relevansi berkoalsi dengan pemerintah,” kata Yandri, Senin (24/7).

Yandri pun melihat, percuma jika ada satu menteri di kabinet tapi pendapat politiknya sering berbeda. Menurut dia, sudah sepatutnya PAN keluar dari koalisi jika memang nantinya terkena dampak reshuffle.

Hanya dia menekankan, jika memang Asman Abnur dicopot dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, maka hal itu terjadi bukan karena kinerja, tapi politik.

Dua sikap politik PAN kekinian yang dipersoalkan partai pendukung pemerintah. Yakni, Pilgub DKI 2017 yang mendukung Anies-Sandi dan presidential threshold dihapus dalam RUU Pemilu.

“Ada menteri tapi sering tidak sependapat, karena menurut PAN pendapat kita yang benar, apalagi (jika) ditunjukkan Bang Asman direshuffle karena alasan politik, menurut saya sudah tidak pantas PAN berada di pemerintahan,” kata dia lagi.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge