0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wayangan, Lanud Adi Soemarmo Torehkan Rekor MURI

Danlanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb M Tonny Harjono saat menyerahkan tokoh wayang Gatutkaca kepada Ki Dalang Cahyo Kuntadi sesaat sebelum pagelaran wayang kulit  dimulai di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar (dok.timlo.net/achmad khalik)

Karanganyar — Penyelenggaraan wayang kulit dengan lakon “Sang Gatotkaca” di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (22/7) lalu, berhasil menorehkan Rekor MURI. Pasalnya, penyelenggaraan wayang kulit memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-70 tersebut dimainkan oleh pemain pendukung dari anggota TNI AU.

“Tidak sia-sia, apa yang telah kami lakukan berhasil menorehkan rekor MURI,” terang Komandan Skadik (Danskadik) 401 Lanud Adi Soemarmo, Letkol Pnb Urip Widodo, Senin (24/7) siang.

Pemain pendukung dalam kegiatan tersebut, kata Danskadik, mulai dari siswa Sekolah Pembentukan  Perwira ( Setukpa) Angkatan ke-20 hingga Wanita Angkatan Udara (Wara) yang sedang mengikuti pendidikan. Para Wara dilibatkan sebagai pesinden sedangkan Siswa Setukpa berperan sebagai pemain karawitan. Dalam latihannya, juga tergolong singkat kurang dari sebulan.

“Meski latihannya singkat, ternyata hasilnya memuaskan,” kata Danskadik.

Sementara itu, Danlanud Adi Soemarmo, Kolonel Pnb M Tonny Harjono mengatakan pagelaran wayag kulit dengan mengambil lakon “Sang Gatotkaca”  sangat tepat dan identik dengan tugas TNI AU sebagai penjaga kedaulatan dirgantara NKRI. Gatutkaca sebagai Ksatria yang sakti mandraguna dan tulus pengabdiannya, bahkan rela berkorban jiwa dan raga demi Negara, sehingga hal ini bisa menjadi tauladan bagi prajurit TNI AU dalam menjaga NKRI.

“Lakon yang diangkat juga sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kami. Saya sangat mengapresiasi hasil kerja keras para anggota,” katanya.

Rekor MURI diserahkan secara langsung oleh Awan Rahargo. Pihaknya kagum dengan anggota TNI AU yang mampu memainkan gamelan dan nyinden selain mahir menggunakan alutsista.

“Kami sangat kagum dengan kemampuan yang dimiliki TNI AU. Selain mahir menggunakan senjata, ternyata juga mampu memainkan alat musik karawitan dan nyinden. Ini sebagai wujud pelestarian budaya disamping menjaga integritas NKRI,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge