0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Soroti Kebijakan Menteri ESDM

Presiden Jokowi cerita Pancasila (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti sejumlah peraturan menteri (Permen) yang baru diterbitkan. Jokowi mengisyaratkan kepada kabinetnya agar berhati-hati dalam menerbitkan aturan tersebut.

“Tolong betul-betul sebelum mengeluarkan sesuatu dihitung, dikalkulasi,” tegasnya saat memberi pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna dengan topik RAPBN Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7).

Adapun langkah yang harus diambil menteri kabinet kerja saat ini adalah mempermudah dunia usaha untuk ekspansi, mengembangkan usaha, hingga berinvestasi. Namun sebelum melangkah, menteri harus berkomunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Jangan sampai Permen-Permen justru memberikan ketakukan kepada mereka untuk berinvestasi, untuk mengembangkan usaha, untuk berekspansi. Karena ini sekali lagi, ini menyangkut pertumbuhan ekonomi, menyangkut memperluas lapangan pekerjaan yang itu semua kita harus mengerti tujuannya ke mana,” kata mantan Wali Kota Solo ini.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menyinggung kondisi yang terjadi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dia menyebut, dua bulan belakangan kebijakan Kementerian ESDM tidak direspon baik oleh investor karena dianggap menghambat investasi.

“Ini tolong diberikan catatan ini, dan juga Permen-Permen yang lain. Hati-hati,” ucapnya.

Di samping itu, Jokowi juga mengingatkan agar lembaga dan kementerian menekan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami kenaikan 6.900 orang dari September 2016 ke Maret 2017.

Kepada seluruh Menko, Jokowi meminta untuk saling berkoordinasi. Sehingga implementasi pembagian beras sejahtera (rastra) sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Kalau kemarin (koordinasinya) sinkron enggak akan (ada kenaikan angka kemiskinan), saya jamin pasti turun yang namanya kemiskinan itu. Hanya keterlambatan rastra itu sampai ke rumah tangga sasaran. Ini tolong hati-hati mengelola hal-hal yang sensitif seperti ini,” jelas dia.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge