0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Kedua Audisi, PB Djarum Temukan Pebulutangkis Masa Depan Indonesia 

Seorang peserta audisi umum beasiswa bulutangkis Djarum beraksi di GOR RM Said, Karanganyar, Minggu (23/7) (ist)

Karanganyar — Audisi umum beasiswa bulutangkis Djarum seri Solo Raya memasuki hari kedua di GOR RM Said, Karanganyar, Minggu (23/7). Tim pencari bakat yang diisi para legenda Badminton Indonesia, mengklaim telah menemukan bakat terpendam seorang pemain masa depan Indonesia.

“Kami mencermati ada dua atlet yang mencuri perhatian, yakni di U-11 putra, U-13 Putri. Terutama anak putra di U-11 yang bagi kami cukup istimewa. Dengan usianya yang masih anak-anak, posturnya juga tidak begitu menunjang. Namun dia memiliki teknik dasar yang mengejutkan kami tim pencari bakat,” terang legenda bulutangkis putri Indonesia, Yuni Kartika di sela-sela audisi, Minggu (23/7).

Bahkan atlet di era 90-an ini mengaku bersama rekan di tim pencari bakat, bakal memberikan super tiket bagi atlet yang dimaksud untuk ke PB Djarum di Kudus. Pasalnya, sang anak memang kalah dan tersingkir untuk melaju ke babak selanjutnya.

“Cara memegang raket, teknik pukulan, hingga foot work yang dia miliki cukup bagus. Kalau pun hasilnya kalah, mau nggak mau harus diberi super tiket. Karena memang sulit mencari bakat yang benar-benar punya potensi. Apalagi peserta di Karanganyar banyak, sehingga sedikit menjadi prioritas untuk memberikan beasiswa ke Kudus,” imbuhnya.

Tim pencari bakat PB Djarum juga cukup menyesalkan masih adanya upaya pencurian umur bagi calon atlet. Hal tersebut salah satunya didasari oleh faktor tingginya ambisi para orang tua.

“Masih banyak yang melakukan pencurian usia, selisihnya sampai enam delapan tahun. Nggak hanya di Jawa, luar Jawa pun lebih banyak usaha untuk nyolong umur. Ambisi orang tua juga macam-macam demi masa depan anaknya,” tandas Yuni.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge