0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berkah Penjual Cacing Pospor Bisa Sekolahkan Anak

Ranto menunjukkan cacing pospor dagangannya (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri –– Musim kemarau membuat air Waduk Gajah Mungkur (WGM) mengalami penyusutan. Bagi sebagian warga, kondisi ini justru menjadi berkah. Sebab penyusutan air waduk, permintaan cacing pospor untuk umpan memancing ikan nila meningkat tajam. Cacing pospor merupakan salah satu jenis cacing yang banyak diminati.

Seperti penjual cacing, Ranto (50) warga Kecamatan Baturetno ini. Bersama sang istri tercintanya Surani (45), dia berjualan pakan ikan ini sejak puluhan tahun silam. Menempati lahan kosong di tepi jalan raya Baturetno- Pacitan, mereka mendirikan rumah sederhana terbuat dari papan kayu dan bambu. Dia bersama enam rekannya juga membuka usaha di tempat sama yang tak jauh dari aliran DAS Temon.

“Kalau air waduk surut, biasanya ikan-ikan nila tidak mau lagi diberi umpan lumut. Sehingga para pemancing memilih menggunakan cacing sebagai umpannya,” beber Ranto, Minggu (23/7).

Tanpa merasa jijik, Ranto setiap pagi dan malam mengaduk tanah liat bercampur pasir basah untuk memilah- milah cacing yang membaur di kotak kayu. Selanjutnya, cacing pospor itu dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Bapak beranak dua ini mengatakan, setiap satu paket cacing pospor dibanderol Rp 7.000. Jika ditimbang, berat cacing itu tidak sampai satu ons. Pada hari biasa, cacing itu hanya dijual Rp 5.000 peronsnya. Namun, karena permintaan meningkat, terpaksa dibagi menjadi paket- paket kecil.

“Cacing ini lakunya saat musim kemarau saja, karena pergantian musim ikan nila yang menjadi target para pemancing tidak mau lagi diberi umpan lumut. Selain cacing, saya juga menjual lumut, tapi permintaan lumut berkurang,” kata dia.

Dalam sepekan, Ranto mampu menjual sekitar 50 kilogram cacing pospor.

“Pembeli cacing biasanya paling ramai dihari Sabtu dan Minggu atau hari libur, ” jelasnya.

Saat ditanya Timlo. net berapar untung bersih dari penjualan cacing dalam sehari, Ranto enggan membeberkan. Hanya saja, dengan meladeni kebutuhan pemancing ia mengaku segala kebutuhan hidupnya terpenuhi.  Dari hasil jualan lumut dan cacing ini, dia dan istrinya dapat menyekolahkan anaknya hingga tingkat SMK.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge