0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aparat Keamanan Terlambat Datang, Persebi Kontra Persis GR Batal

Laga lanjutan babak enam besar Liga 3 zona Jateng antara Persebi versus Persis GR dibatalkan (timlo.net/aryo yusri atmaja)

Boyolali — Laga babak enam besar Liga 3 zona Jateng grup E antara tuan rumah Persebi Boyolali menjamu Persis Gotong Royong (GR) Solo harus batal. Pertandingan yang digelar di Stadion Pandan Arang, Minggu (23/7) ini tak dihadiri pihak keamanan atau aparat kepolisian saat waktu kick-off dimulai.

Padahal, kedua tim baik tuan rumah Persebi Boyolali dan Persis GR sudah berada di Stadion dan siap bermain. Hanya empat personil keamanan yang berada di dalam Stadion, atau sebelum waktu kick-off dimulai. Hal tersebut membuat pemain kedua tim sepakat tidak bertanding, meski sejumlah aparat keamanan mulai berdatangan.

Para penonton yang sebelumnya harus rela merogoh kocek untuk membeli tiket pertandingan, pihak Panpel Persebi pun harus mengembalikannya.

“Padahal dalam temu teknik kemarin, pihak keamanan hadir dan menyanggupi jumlah personil sebanyak 39 anggota. Namun nyatanya sampai dengan waktu kick-off tadi tak juga hadir, sehingga pertandingan batal dan kami serahkan ke operator kompetisi,” terang match commissioner laga Persebi kontra Persis GR, Wiku Noviardi, Minggu (23/7) sore.

Pihak klub Persis GR mempertanyakan kinerja Panpel tuan rumah Persebi yang lalai dalam melaksanakan tugasnya. Perwakilan Persis GR sendiri menghadiri technical meeting sehari sebelum pertandingan. Skuad Persis GR yang dilatih Eduard Tjong pun juga telah menyempatkan uji coba lapangan.

“Sudah dua kali 15 menit Panpel dan perangkat pertandingan tidak juga berani menggelar pertandingan, maka kami putuskan meninggalkan Stadion. Karena ini murni kelalaian panpel tuan rumah. Toh kami sudah siap bermain di lapangan,” kata asisten manajer Persis GR, Totok Supriyanto.

Sementara itu, Ketua Panpel Persebi Boyolali, Ngusman mengaku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan terlambatnya anggota keamanan yang datang. Pihaknya menjelaskan terjadi kesalahpahaman informasi antara Panpel dengan aparat keamanan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge