0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perampok di SPBU Daan Mogot Rencanakan Aksinya secara Matang

Rekonstruksi perampokan di SPBU Daan Mogot (merdeka.com)

Timlo.net – Kasus penembakan dan perampokan Davidson Tantono di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat beberapa waktu lalu, para pelaku sempat melakukan penggembosan terhadap kendaraan korban. Sedangkan tersangka lain melakukan pemantauan sejak dari bank.

“Perannya macan-macam ada yang berperan melakukan pemantauan di bank, ada yang mengemudikan kendaraan roda 4, ada sebagai pembonceng ada yang sebagai penggembos,” kata Wadirkrimum AKBP Didik Sugiarto, Sabtu (22/7).

Untuk tersangka bertugas untuk penggembosan dilakukan di lampu lampu merah. Caranya, salah satu pelaku meletakkan paku ditempel ke sandal.

“Penggembosannya dilakukan di traffic line saat kendaraan itu berhenti saat lampu merah. Salah satu pelaku memberikan paku yang sudah dikaitkan ke sandal kemudian ditempelkan ke ban sehingga paku itu masuk ke ban dan dalam perjalanan ban menjadi kempis,” ujar Didik.

Mengetahui ban korban kempis, pelaku lainnya berkoordinasi. Sambil membuntuti korban dan menepi di SPBU lokasi kejadian Davidson ditembak dan dirampok.

“Kemudian ada beberapa pelaku yang menginformasikan kepada korban bahwa bannya kempes, akhirnya korban mencari tempat yang dianggap aman masuk ke SPBU,” kata Didik.

Saat korban melakukan pergantian ban, lanjut Didik, para pelaku memanfaatkan situasi tersebut. Mereka mengambil tas di sebelah pintu kanan. Karena pintu kiri korban sedang duduk.

“Pada saat proses pergantian ban ini, pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan mengambil tas dan terjadi tarik menarik yang rekonstruksi tadi,” kata Didik.

Setelah itu, korban dan pelaku berebut tas. Terjadi tarik menarik. Saat itu juga pelaku mengeluarkan pistol dan menembak korban.

Saat ini, terdapat tujuh orang tersangka telah dilakukan pengamanan. Dua tersangka telah meninggal.

“Dari tujuh tersangka yang kita lakukan penangkapan dua orang kita lakukan tegas terukur, karena melakukan perlawanan terhadap petugas, dan membahayakan petugas di lapangan, ada dua pelaku yang kita lakukan tindakan tegas terukur,” kata Didik.

Para pelaku tewas berinisial S, berperan sebagai kapten sekaligus perampas dan penembak. Pelaku tewas lainnya berperan sebagai wakil kapten. Dia juga penentu sasaran dan pembonceng kapten.

[ang]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge