0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peringati Dies Natalis ke 37 UTP, Lulusan Tidak Cukup Kecerdasan

Solo – Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Prof Dr. Ir. Ongko Cahyono, M.Sc menyatakan, untuk menghasilkan lulusan bermutu dan berdaya saing tinggi yang mempu memenangkan persaingan di dunia kerja, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual yang diperoleh melalui kegiatan kurikuler, melainkan perlu memiliki kompetensi lain yakni penguasaan softskill serta kecerdasan emosional dan spiritual.

“Untuk peningkatan kompetensi mahasiswa berbagai program dan kegiatan telah dijalankan, antara lain melalui program pembinaan bidang kemahasiswaan, peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan magang mahasiswa,” ungkap Ongko saat menyampaikan pidato Laporan Tahunan Rektor 2017 Pada Rapat Terbuka Dies Natalis ke 37 dan Wisuda ke 75 Universitas Tunas Pembangunan di Auditorium UTP, Sabtu (22/7).

Ongko mengatakan, kebijakan pembinaan bidang kemahasiswaan terus diarahkan agar dapat memberikan nilai-nilai tambah guna meningkatkan daya saing di bursa kerja nasional maupun internasional.

“Added values diusahakan melalui pengembangan softskill dengan memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan ko/ekstra-kurikuler yang terwadahi dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).”

Selain terus mengupayakan pembinaan softskills mahasiswa melalui berbagai kegiatan ko/ekstra kurikuler, melalui Pusat Karier dan Tracer Study (PKTS) sejak tahun 2013 UTP memprogramkan untuk memberikan bekal calon lulusan dengan berbagai kemampuan softskills untuk menghadapi persaingan pasar kerja dan mendekatkan dunia usaha/industry dengan para alumni melalui kegiatan bursa kerja/rekruitmen tenaga kerja.

Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam hal penguasaan bahasa Inggris UTP, menurut Ongko, melalui Pusat Pengembangan Bahasa, memberikan pembekalan Bahasa Inggris sebagai kegiatan wajib. Mata kuliah Bahasa Inggris juga di masing-masing Program Studi dan mempersyaratkan bagi mahasiswa yang akan wisuda dengan TOEFL lebih besar dari 450.

Untuk meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kesiapan kerja setelah lulus, menurut Ongko, UTP sejak tahun 2012 telah mengembangkan Kegiatan Magang Mahasiswa (KMM) yang harus diikuti oleh semua mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya.

“KMM bertujuan untuk menyelaraskan antara pencapaian kecakapan akademik yang diperoleh mahasiswa di kampus dengan perkembangan dinamika masyarakat maupun industry, dan sebagai strategi pemberberdayaan mahasiswa melalui pengayaan wawasan dan peningkatan kompetensi melalui pengalaman nyata di dunia nyata,” jelas Rektor UTP.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge