0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disparta Dorong Seniman Berdaya Estetis dan Ekonomis

Salah satu pertunjukan Milan Sladek di Ndalem Prodjoloekitan Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Solo, Anggoro Hexa mendorong seniman untuk bisa mengembangkan produk kesenian bernilai estetis dan ekonomis. Hal ini dikatakannya saat membuka pertunjukan The 1st Intercultural Art Collaboration, Jumat (21/7) malam.

“Seniman kita harus bisa mengubah pemikiran dan terbuka kepada semua hal yang bisa mendukung karya mereka. Selain bernilai estetis juga harus bernilai ekonomis,” kata Anggoro Hwxa, di Ndalem Prodjoloekitan, Jalan Gatoto Subroto 32/83 Kemlayan, Solo.

Menurutnya, berkolaborasi dengan seniman yang lain adalah terobosan yang baik untuk perkembangan kesenian itu sendiri. Dia menginginkan seniman bisa mencontoh beberapa sajian kolaborasi lintas disiplin kesenian yang sudah terjalin dengan baik.

“Milan, sebagai seniman internasional bisa kita contoh untuk berkolaborasi dengan kesenian lain dan budaya lain.” kata dia.

Sementara tuan rumah Ndalem Prodjoloekitan, RM Budi Suharnowo mengaku bangga bisa menjadi saksi kolaborasi antar dua kebudayaan ini. Dia mengatakan bahwa seni budaya yang dimiliki bangsa Indonesia telah lama dilirik oleh orang manca, karena itu rasa memiliki budaya harus senantiasa dipupuk dan dipertebal.

“Bukan hanya budaya bendawi, melainkan juga budaya kemasyarakatan seperti unggah-ungguh dan tatakrama harus semakin dijaga dan ditingkatkan.” kata dia.

Dalam The 1st Intercultural Art Collaboration, maestro pantomim asal Jerman Milan Sladek tampil membawakan lima karya pantomimnya. Empat diantaranya telah dipentaskan di beberapa kota seperti Medan dan Jakarta. Satu repertoar lain dilakukan dengan teknik improvisasi yang berkolaborasi dengan gamelan dari Kemlayan dan ISI Solo.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge