0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Topeng Panji Buka The 1st Intercultural Art Collaboration

Pertunjukan Tari Topeng Panji di Ndalem Prodjoloekitan Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Tari Topeng Sekartaji menjadi pembuka dalam pertunjukan The 1st Intercultural Art Collaboration, Jumat (21/7) malam. Pertunjukan yang menghadirkan Maestro Pantomim asal Jerman Milan Sladek tersebut dilaksanakan di Pendapa Dalem Prodjoloekitan, Jl Gatoto Subroto 32/83 Kemlayan, Solo.

Cerita Panji merupakan kumpulan cerita Jawa kuno dengan tokoh sentral Panji Asmorobangun dan Galuh Candrakirana alias Dewi Sekartaji. Kisah percintaan mereka terganggu dengan munculnya tokoh Bapang yang berperangai jahat dan ingin memisahkan dua insan tersebut.

Dewi Sekartaji digambarkan dengan topeng berwarna putih yang melambangkan kebaikan dan kesucian. Dirinya sedang merana lantaran ditinggal pergi oleh suaminya.

Saat itulan muncul sosok Bapang yang memakai topeng berwarna merah wujud angkara murka. Bapang berusaha merayu Dewi Sekartaji untuk pergi bersama dirinya.

Disaat bersamaan muncul tokoh Raden Gunungsari yang merupakan kakak dari Dewi Sekartaji. Terjadilah perang tanding antara Gunungsari dan Bapang. Pertarungan dimenangkan oleh Gunungsari. Bapang tewas dengan sebilah keris menancap di dadanya.

Kisah nukilan dari cerita Panji tersebut cukup memikat hati pengunjung yang menunggu sajian utama dari Milan Sladek. Gerakan penari yang enerjik membuat penonton yang menyaksikan enggan untuk mengedipkan mata.

Tidak semua penari bisa membawakan tarian ini dengan apik. Dibutuhkan skill dan latihan yang panjang untuk bisa membawakan tari topeng. Sebab, penggunaan topeng dalam tari gaya Surakarta (Mangkunegaran maupun Kasunanan) tidak dilakukan dengan melingkarkan tali dibelakang kepala, melainkan dengan cara digigit.

Selain itu lubang yang ada dibagian mata juga sangat kecil, sehingga penari harus lebih berkonsentrasi dalam memadukan gerak, keseimbangan, arah hadap, dan olah nafas.

Salah seorang pengunjung Akbar Hari Mukti mengatakan dirinya senang bisa menyaksikan pertunjukan ini. Dikatakan dirinya sengaja hadir untuk mengabadikan momen kolaborasi Milan Sladek dengan Tari Topeng.

“Senang sekali bisa melihat secara langsung. Momen seperti ini sangat jarang, saya puas bisa melihatnya,” katanya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge