0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sekelompok Perupa Muda Padukan Makanan dan Seni

Gondrong Gunarto dan kawan-kawan membuka pameran SOTV (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Berawal dari keinginan untuk menyajikan karya seni rupa yang menembus batas ruang pertunjukan, sekelompok perupa muda unjuk kebolehan dalam pameran bertajuk Seems Odd Visual Properties A Group Exhibition (SOPV), Jumat (21/7). Berlokasi di Saffron Resto, Jl Ronggo Warsito 38 Kampung Baru Solo, tampak puluhan orang mengunjungi pameran ini.

“Kita ingin memadukan antara makanan dan seni dalam satu wadah. Food Art Galery begitu lebih tepat disebutnya,” ungkap Executive Chef Saffron, Robby Putranto, yang juga merupakan pemrakarsa dalam pameran tersebut.

Dibuka dengan penampilan Gondrong Gunarto dan kawan-kawan yang mengawali pembukaan dengan performing art, ada empat karya seni rupa dan satu karya seni boga dipertontonkan disini.

Keempat jenis karya tersebut antara lain Deru Asap dan Prasangka Baik dalam Pikiran, Schrodinger’s Cup, Hand-lettered Quote on Wooden Cutting Board dan Harmony. Karya-karya tersebut dibuat oleh empat seniman berbeda, yakni Wahyu Eko P, Chenka S P, Alib Isa, dan Arifah Insani.

“Sedangkan saya memamerkan lima jenis masakan yang semuanya kita racik dan sajikan dengan teknik visual yang menarik,” katanya.

Sebanyak 22 karya dengan tema yang berbeda terpajang di dinding restoran. Sedangkan karya masakan berada di meja saji.

Dalam sesi bincang-bincang, Robby mengatakan bahwa food artist atau seniman boga memiliki kapasitas yang sama dengan perupa. Kebolehan dalam menata makanan dan meracik bumbubyang digunakan dalam sajian menjadi unsur yang penting bagi seorang food artist.

“Kita meracik, memasak, hingga menyajikan ini merupakan kenikmatan makanan dan keindahan visual, yang digabung menjadi satu,” ujarnya.

Sementara perupa lain, Arifah Insani mengatakan, pameran kali ini merupakan konsep yang berbeda dari pameran yang lain. Selain menyajikan karya visual, juga dipadukan dengan karya makanan.

“Kita butuh ruang yang lebih banyak, dengan begini senirupa bisa menembus segala ruang. Orang datang tidak hanya untuk menikmati makanan melainkan juga seni,” takasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge