0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

30 Km Bengawan Solo Perlu Bronjongisasi

Bronjongisasi Sungai Mungkung (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pinggiran Bengawan Sungai Bengawan Solo di Sragen sepanjang  30 kilometer yang melintas di Kabupaten Sragen dinilai rawan terkena erosi. Salah satu upaya untuk menahan longsoran yaitu dengan bronjongisasi.

”Yang perlu ditanggul atau proses bronjongisasi masih cukup banyak, bisa dikatakan sepanjang aliran sungai bengawan Solo,” kata Pelaksana Teknis Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Sunu Catur Budiono, Jumat (21/7).

Dalam acara penyerahan hasil kegiatan Karya Bhakti Bronjongisasi bersama TNI dari Kodim 0725/Sragen di Sungai Mungkung, Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo, Catur Budiono menyampaikan, ancaman erosi tepian sungai di Sragen cukup panjang.

Untuk Sragen sendiri, Bengawan Solo sepanjang sekitar 30 kilometer, yang melewati wilayah Desa Pilang Kecamatan Masaran, Desa Gawan, Kecik Kecamatan Tanon, Sribit Kecamatan Sidoharjo hingga Tangen. Hal tersebut belum termasuk anak sungai bengawan Solo di Sragen yang cukup banyak.

Dia menjelaskan kawasan yang cukup rawan utamanya di bagian tikungan sungai. Pasalnya di lokasi tikungan sangat rawaan gerusan air yang mengakibatkan longsoran tanah.

Selain dari Bengawan Solo sendiri, Sragen juga banyak sungai. Mulai dari Sungai Mungkung, Garuda, Buduran,  Grompol dan Kenakan yang juga membutuhkan program bronjongisasi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge