0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pistol yang Dipakai Meneror di Sragen Bukan Milik Lanud Adi Soemarmo

(Senjata yang digunakan dalam aksi teror di Sragen, Jumat (21/7/2017) | foto istimewa)

Solo — Salah satu dari dua pria yang ditangkap massa saat kabur setelah menembaki rumah aktivis LSM yang juga pengusaha konstruksi di Kampung Banjarasri, Kelurahan Nglorog, Sragen, Priyo Budi (36), pada Jumat (21/7) subuh, teridentifikasi sebagai anggota TNI AU yang berdinas di Lanud Adi Soemarmo.

Pengusutan tengah dilakukan, apa motif Sersan Satu Muhammad Marsam yang bertugas di Dinas Logistik itu melakukan teror dengan senjata api. Begitu juga, dari mana dia memperoleh pistol.

“Di lingkungan kami, perwira sekalipun tidak semudah itu membawa pulang senjata api dinas. Ada aturan dan pengawasan yang ketat,” ujar seorang perwira Lanud Adi Soemarmo, Jumat malam.

Senjata yang digunakan Marsam, adalah pistol semi otomatis kaliber 9 mm yang lazim digunakan TNI semua kesatuan di luar pasukan elite. Aparat Polres Sragen menyita pistol buatan PT Pindad berkode P-1 tersebut beserta dua magazen, 10 selongsong peluru dan satu proyektil yang sudah remuk.

Perwira yang enggan disebut namanya itu mengkonfirmasi lubang-lubang peluru yang menembus mobil Chevrolet AD 9213 MN warna putih milik Priyo Budi, sesuai dengan karakter pistol organik TNI.

“Di media massa kan disebut peluru menembus pintu belakang sampai jok depan. Itu jelas senjata pabrikan, bukan rakitan. Hanya laras yang berulir sempurna bisa sekuat itu daya tembusnya,” jelasnya.

Kendati demikian, pengusutan hingga Jumat malam tidak menemukan petunjuk bahwa pistol Marsam berasal dari inventaris Lanud Adi Soemarmo.

“Hampir pasti, senjata itu bukan organik kami. Sekali lagi, di sini penggunaan senjata dikontrol sangat ketat. Bahkan belum ada kepastian senjata itu milik Marsam, kan orangnya ada dua dan masih dirawat di rumah sakit. Kita tunggu penjelasan Polres Sragen dan Polisi Militer,” ujar sumber Timlo.net.

Komandan Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Pnb M Tonny Harjono kepada wartawan mengakui kasus penembakan di Sragen melibatkan salah satu anggotanya.

 

 

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge