0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Maestro Pantomim Milan Sladek Gelar Pentas Lintas Budaya

Milan Sladek (tengah baju biru) saat menggelar jumpa pers di Solo (dok.timlo.nrt/heru murdhani)

Solo — Maestro Pantomim asal Jerman Milan Sladek akan tampil bersama Topeng Solo di acara The 1st Intercultural Art Collaboration, di Ndalem Prodjoloekito Jl Gatoto Subroto 32/83 Kemlayan, Solo. Gelaran seni lintas budaya ini akan digelar selama tiga hari mulai Jumat-Minggu (21-23/7) malam.

“Ini adalah pertunjukan pertama saya dengan topeng dan gamelan. Jujur saya tidak tahu bagaimana penampilan saya nanti. Namun yang jelas, saya akan tampil penuh dengan konsentrasi tinggi,” papar Milan Sladek, kelahiran Strezenic, Slowakia, 23 Februari 1938 tersebut, Jumat (21/7).

Dalam gelaran kali ini Milan akan berkolaborasi dengan iringan gamelan dari Kemlayan dan ISI Solo. Bagi Milan ketertarikannya terhadap topeng dan gamelan adalah lantaran ini merupakan budaya asli Indonesia. Seperti diketahui Milan cukup tekun dalam mempelajari budaya gerak dan bunyi benua Asia. Hal ini sejalan dengan ambisinya menciptakan gaya pantomim baru dengan berkaca pada tari klasik India, Teater Kabuki Jepang, dan Opera China.

“Mengapa saya ingin tampil dengan gamelan dan topeng, karena keduanya salah satu warisan budaya asal Kota Solo,” kata Milan.

Di usia yang tak lagi muda, yakni 78 tahun, Milan telah mengabdikan lebih dari separuh hidupnya untuk perkembangan seni Pantomim. Melalui penampilan eksperimentalnya dan keterbukaannya pada segala bentuk teater, Milan menghasilkan karya-karya monumental seperti Road of Don Juan, dan The Way Of The Cross.

Bagi pengemar seni teater dan pantomim, pertunjukan Milan Sladek tentu akan menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Terlebih, pendiri teater KEFKA (pusat seni pantomim internasional) ini tak pelit dalam berbagi ilmu dan ide dalam pertunjukannya.

Ini bukanlah kali pertama Milan menggelar pertunjukannya di Indonesia. Milan bahkan sempat berkeliling Indonesia untuk berpentas. Kota-kota seperti Jakarta, Medan, dan Solo pernah disinggahinya. Milan juga sempat melakukan audisi di ISI Solo dan menggelar workshop sehari di Akademi Seni Mangkunegaran.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge