0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia Penghasilan Pengepul Judi Cap Jie Kia

Para 'dewa judi' yang dikukut polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Bisnis perjudian masih dilirik untuk dijadikan penghasilan tambahan. Mengingat, waktunya yang fleksibel dan hasil yang cukup menjanjikan.

Inilah yang membuat Daliman (47) warga Giriroto, Ngemplak, Boyolali tergiur untuk melakoni bisnis penyakit masyarakat (pekat) ini. Dalam sehari, dirinya mampu mendapatkan keuntungan kotor hingga Rp 200 ribu. Dalam sebulan, dia mampu mengantongi jutaan rupiah.

Meski pria yang biasanya menjadi calo di Terminal Tirtonadi ini tahu persis resikonya, namun hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk membuat dapur rumahnya terus mengepul. Penghasilan utama dari berjualan tiket di Termina Tipe A ini memang tak bisa dipastikan. Sehingga, dirinya kadang nyambi menjadi pengepul judi Cap Jie Kia.

“Untungnya lumayan, bisa buat makan di rumah,” kata Daliman sambil tertunduk usai diringkus anggota Sat-Sabhara Polresta Solo di Mapolresta Solo, Kamis (20/7) siang.

Perjudian menjadi permasalahan tersendiri di Kota Solo. Selain menciptakan keresahan masyarakat, lokasi judi yang terletak di perkampungan padat juga kerap dikeluhkan masyarakat. Maka dari itu, Polresta Solo mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mengadukan segala bentuk pekat untuk menciptakan kondusivitas di Kota Solo.

“Jika ada laporan dari masyarakat, langsung kami tindak lanjuti. Jangan khawatir, pelapor akan dirahasiakan untuk menghindari hal tidak diinginkan,” tegas Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo, Jumat (21/7) siang.

Seperti diketahui, belasan ‘dewa judi’ dikukut anggota Sat-Sabhara Polresta Solo pada Rabu (19/7) lalu. Ini sebagai bukti, bahwa anggota Polresta Solo serius dalam memberantas Pekat yang ada di Kota Bengawan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge