0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Silenzio Stampa, Persis Terancam Kena Sanksi

Duel antara PPSM kontra Persis di Stadion Mochammad Soebrata, Kamis (20/7) sore. (foto: Aryo)

Magelang – Persis Solo melakukan aksi ‘silenzio stampa’ atau dalam bahasa Italia tidak berbicara kepada media sebagai bentuk protes. Hal itu dilakukan Persis usai bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah PPSM Magelang dalam lanjutan liga 2 grup 4 di Stadion Mochammad Soebrata, Kamis (20/7) sore.

Usai pertandingan, pihak tuan rumah PPSM lebih dulu menggelar konferensi pers terkait permainan dan hasil timnya. Para media yang meliput pertandingan menunggu perwakilan Persis untuk konferensi pers yang tak kunjung datang.

Seorang panpel setempat sempat memberitahu bahwa tim Persis tidak mau mengadakan jumpa pers. Tak ada satu pun perwakilan Persis Solo baik pelatih, pemain, hingga manajemen untuk memberikan keterangan resmi dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Pihak PSSI melalui match commissioner atau pengawas pertandingan, mencatat aksi yang dilakukan Persis Solo dengan ‘mangkir’ dari konferensi pers.

“Ada regulasi dari kompetisi, bahwa 15 menit setelah pertandingan tim diharuskan jumpa pers. Kami laporkan ke PSSI, sanksi bisa berupa administrasi atau denda. Sebelumnya pernah ada yang kasus seperti ini, bahkan Panpel yang yang tak menyediakan sesi konferensi pers,” terang match commissioner laga PPSM versus Persis, Djajat Sudradjat.

Dalam pertandingan ini, Persis sebenarnya unggul terlebih dahulu di menit ke-17 lewat gol bunuh diri bek PPSM, Catur Erik Sandi. Namun tuan rumah PPSM bangkit di paruh kedua. Gol tuan rumah lahir pada menit 76, melalui aksi menawan Nunung Dwi Cahyo.

Skuad Persis melakukan protes akibat kinerja wasit Eno Sembiring asal Medan yang beberapa kali merugikan Persis. Tercatat dua gol Persis dalam laga sore tadi dianulir oleh Eno Sembiring. Yakni gol dari Ikhwan Ciptady di babak pertama dan Bayu Nugroho di paruh kedua. Kedua gol Persis dinilai offside.

Aksi silenzio stampa pernah dilakukan oleh klub Italia, Juventus pada musim 2012-2013 silam. Saat itu, pelatih Juve, Antonio Conte disangkutpautkan dengan kasus calcioscomesse atau dugaan pengaturan skor. Alhasil tak ada komentar apapun kepada media sebagai bentuk protes.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge