0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

HTI Dibubarkan, Pemkot Minta Warga Tetap Waspada

Plt Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkot Solo, Said Romadlon (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota Solo mengimbau warga mewaspadai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Organisasi Masyarakat (Ormas) yang resmi dibubarkan Pemerintah, Rabu (19/7) itu dituding  menyebarkan paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila.

“Memang kita wajib memfasilitasi dan melayani berbagai kepentingan masyarakat apapun kepentingannya. Yang penting tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45,” kata Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkot Solo, Said Romadlon, saat ditemui di ruangannya, Kamis (20/7).

Seperti diketahui, Rabu (19/7) kemarin, pemerintah pusat mengumumkan pencabutan badan hukum HTI. Organisasi transnasional itu dengan demikian, resmi dibubarkan. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Solo mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh ajakan-ajakan berbagai Ormas yang mengarah ke radikalisme.

“Kita selama ini sudah sosialisasi ke masyarakat lewat kelurahan dan karang taruna,” katanya.

Tak hanya HTI, masyarakat juga diminta waspada terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Warga juga diminta melaporkan bila ada kegiatan-kegiatan yang mencurigakan di tengah masyarakat.

“Selama ini memang beluma ada laporan yang masuk. Baik langsung ke kami maupun melalui tim Komunitas Intelijen Daerah (Kominda),” katanya.

Said menambahkan, sampai saat ini ada 47 ormas yang terdaftar secara resmi di Solo. Namun angka tersebut diyakini jauh dari angka riil di lapangan. Pasalnya, banyak kelompok maupun organisasi yang tidak mendaftarkan ke Kesbangpol.

“Itu yang terdaftar di kami. Yang tidak terdaftar masih banyak,” tambah Said Romadlon.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge