0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Akom Disebut Terima Aliran Dana e-KTP USD 100.000

Ade Komarudin (Akom) (merdeka.com)

Timlo.net – Sejumlah nama disebut-sebut menerima aliran dana korupsi e-KTP. Hal itu diungkap majelis hakim dalam sidang dua terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Dari sejumlah nama yang disebutkan, Ade Komarudin (Akom) dan Miryam S Haryani merupakan pihak legislatif yang menjadi pertimbangan hakim sebagai alat bukti adanya pemberian uang oleh terdakwa Sugiharto.

“Terdapat pihak yang diuntungkan Miryam S Haryani uang sebesar USD 100.000, Diah Anggraeni uang sebesar USD 500.000, Ade Komarudin uang sebesar USD 100.000,” kata hakim anggota Anwar saat membacakan pertimbangan vonis bagi dua terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Pertimbangan tersebut sebelumnya terkuak dan menjadi fakta persidangan. Pemberian uang ke Ade Komarudin dilakukan di rumah dinas DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, oleh Drajat Wisnu Setyawan selaku ketua panitia pengadaan proyek e-KTP.

“Pernah saudara saksi diperintah antar uang?” tanya jaksa KPK, Abdul Basir kepada Drajat, Kamis (20/4).

“Iya saat itu saya pernah antar ke rumah di kompleks DPR di seberang rel,” jawab Drajat.

Namun adanya pemberian uang tersebut, dibantah Ade. Dia mengaku tidak menerima apapun baik berbentuk uang atau benda semacamnya.

Kini dua terdakwa telah divonis, untuk Irman tujuh tahun penjara dan Sugiharto 5 tahun penjara. Adanya fakta persidangan tersebut lah yang menjadi pertimbangan majelis hakim bahwa benar adanya bagi-bagi uang terkait proyek senilai Rp 5,9 triliun.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge