0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Narapidana Teroris Akan Dibuatkan Lapas Baru

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Jumlah narapidana terorisme di Indonesia saat ini sebanyak 271 orang. Dari jumlah itu, tersebar di 68 Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan 1 Rumah Tahanan (rutan).

“Kita akan bangun Lapas di Maluku untuk teroris dan narkoba karena di 68 Lapas dan 1 rutan itu bukan tanpa resiko,” kata Kepala Badan Penanggulanagn Nasional Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius, Kamis (20/7).

Jika narapidana terorisme dicampur dengan napi kasus lain, maka dikhawatirkan paham radikalisme akan menyebar di lapas atau rutan.

Lebih jauh, mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan terdapat 4 level narapidana terorisme berdasarkan tingkat radikalismenya. Pada level pertama disebut inti yakni tidak mau ditemui dan tidak mau bekerja sama dengan Pemerintah. Jumlahnya ada 45 terpidana.

“Maman Abdurahman dan Abu Bakar itu masuk di level satu, enggak mau kooperatif sama Pemerintah,” ungkap Suhardi.

Pada level dua disebut dengan militan yakni bersedia ditemui namun tidak mau bekerja sama dengan Pemerintah. Mereka masih kokoh pada pendirian ideologinya. Setidaknya ada 55 narapidana yang saat ini masih menjalani hukumannya.

Pada level ketiga disebut suporter yakni mereka yang bersedia ditemui dan kooperatif dalam mengikuti program Pemerintah tetapi tidak mau mengajak teman-temannya. Jumlahnya ada 86 narapidana.

Pada level keempat disebut simpatisan yakni narapidana yang bersedia ditemui dan mengikuti program, bersedia mengajak teman-teman, bersedia mentransformasikan pemahaman yang diterimanya kepada keluarga dan jaringan. Jumlahnya ada 34 narapidana.

“Yang bagus itu level empat. Mereka sudah ikut sama kita jadi narasumber itu yang kita jual ke internasional. Indonesia lebih unggul kita menggunakan format jihadis,” kata Suhardi.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge