0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cerdiknya Penyelundup Sabu Satu Ton, Matikan GPS Biar Tidak Terlacak

Aparat berada di kapal usai penangkapan (merdeka.com)

Timlo.net – Ada sejumlah cerita menarik di balik penangkapan upaya penyelundupan sabu seberat satu ton ke Anyer, Banten. Salah satunya, para pelaku sengaja mematikan GPS kapal Wanderlust untuk menyulitkan pelacakan.

“Dia (5 orang) kan transporter (pengangkut), jadi dia matikan (GPS) supaya tak bisa dilacak, jadi tidak melacak dan ketahuan ada sinyalnya,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/7).

Menurut Nico, pelacakan kapal tersebut berawal dari informasi yang diberikan aparat kepolisian dan departemen kehakiman Taiwan.

“Ini semua dapat berjalan karena ada informasi dari kepolisian maupun departemen kehakiman di Taiwan ada informasi kapal tersebut hingga kami teruskan ke Bakamla, Ditpolair dan Bea Cukai. Jadi pihak kepolisian menyebar (informasi) ke setiap instansi agar kapal itu tak lolos,” bebernya.

“Akhirnya atas analisa teman di Bea Cukai ada informasi kapal itu merapat dan dibawa ke pelabuhan di Batam. Ini berkat kerjasama semua pihak,” lanjut dia.

Dalam hal tersebut, lanjut Nico, ia melihat para pelaku sangat profesional. Sebab, memikirkan hal sedemikian agar lolos dari pantauan petugas.

“Kalau melihat pola dan cara yang mereka pakai, tentu perencanaan ini sangat matang,” jelas dia.

[ded]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge