0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngaku Anggota Denjaka, Pemuda Ini Gasak Uang Ratusan Juta

TNI gadungan di Sidoarjo (merdeka.com)

Timlo.net — Sepandai-pandai menyimpan bangkai pasti tercium juga, pepatah itulah yang pantas disandang Ardah Widiata. Lantaran memperdaya DVH (22), kekasihnya dengan mengaku anggota TNI AL berpangkat Sersan Kepala (Serka) akhirnya terbongkar.

Kedok pemuda asal Desa Jedongcangkring, Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur itu terungkap berawal dari kecurigaan Sugianto, orang tua DVH. Sugianto curiga terhadap calon menantunya yang mengaku pamit tugas untuk kenaikan pangkat, namun tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Padahal, pelaku meminjam uang cukup banyak saat berpamit kepada DVH dan Sugianto. Alasannya pelaku membutuhkan banyak keperluan untuk tugas kenaikan pangkat.

“Korban memang dari awal percaya karena pelaku datang ke rumahnya dengan memakai seragam TNI AL” kata Kapolsek Krian Kompol Widjanarko, Rabu (19/7).

Awalnya Sugiyanto tak ingin memenuhi permintaan pelaku, namun anaknya DVH merayunya untuk meminjamkan uang tersebut. Dia lantas mencarikan uang yang kemudian ditransfer secara bertahap hingga mencapai Rp 165 juta.

Alangkah kagetnya ketika Sugianto mencari informasi terkait identitas calon menantunya itu serta jabatannya kepada anggota TNI AL lainnya. Karena kenyataannya calon menantunya itu bukan anggota TNI.

Kisah cinta Ardah dengan DVH yang dimulai sekitar satu tahun lalu tepatnya bulan Juni 2016, akhirnya kandas. Sugianto memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Pelaku kami amankan pada Senin kemarin, ketika di rumahnya saat sedang tidur. Dari rumahnya kami juga amankan baju beserta atribut TNI AL yang dipakai pelaku untuk menipu kekasihnya tersebut. Ada juga kartu anggota wartawan di lemari kamar pelaku,” ungkapnya.

Sementara, menurut pengakuan Ardah, jika dirinya nekat menipu kekasihnya tersebut agar bisa mendapatkan uang.

“Uang itu untuk kebutuhan sehari-hari. Saya menyesal dan malu,” ujar pria yang mengaku anggota berdinas di Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) Jakarta dan anggota Denjaka di Surabaya itu.

Selain itu, dia juga mengaku mendapatkan baju serta atribut TNI dari seseorang yang dikenalnya.

“Dulu, orang tua saya pernah berencana memasukkan sebagai anggota TNI AL, namun gagal. Padahal, orang tua sudah bayar Rp 20 Juta tetapi gagal juga, ini saya sudah dikasih seragam,” tutur Ardah.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge