0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kesalahan Input Data, Formastri: Itu Hanya Error Data Nominatif

Juru Bicara Divisi Eksternal Forum Masyarakat Peduli Tanah Kelahiran Tiga Desa (Formastri), Eko Budiharto (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Hingga saat ini, Forum Masyarakat Peduli Tanah Kelahiran Tiga Desa (Formastri) belum menerima aduan dari masyarakat penerima ganti rugi terdampak proyek Waduk Pidekso. Dimana ditemukan sejumlah  kesalahan input data pada amplop besaran ganti rugi. Namun demikian, Formastri menyatakan jika hal itu hanyalah error data nominatif. Sehingga kasus tersebut dapat diselesaikan dengan cepat di luar pengadilan.

“Saat ini kita belum menerima aduan, tapi ketika nanti ada keluhan dari warga penerima ganti rugi akan kita tampung, dan akan kita tindak lanjuti sebelum Senin pekan depan,” kata Juru Bicara Divisi Eksternal Forum Masyarakat Peduli Tanah Kelahiran Tiga Desa (Formastri), Eko Budiharto, Rabu (19/7).

Untuk itu, kata Eko, Formastri telah membentuk sebuah tim kecil. Tim tersebut bekerja sebagai wadah untuk menampung keluhan dana aduan masyarakat tiga desa di dua kecamatan yang terdampak proyek multiyears tersebut.

“Mengenai hal ini sudah kami antisipasi, itu tergolong pada error data nominatif dan itu konfirmasi terakhir yang kami dapat dari pihak panitia pengadaan tanah bisa diselesaikan di luar pengadilan negeri karena error-nya di panitia, ” ujarnya.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya belum ada warga terdampak yang menandatangani secara langsung. Para warga memilih untuk berdiskusi dengan keluarganya mengenai penetapan besaran ganti rugi itu. Segala sesuatu dalam hal penerimaan ganti rugi telah diatur dalam undang- undang. Sehingga, pihaknya memilih mengikuti sesuai koridornya.

Ditanya soal tindakan apakah yang akan diambil nantinya, jika ada warga yang kecewa dan tidak setuju akan jumlah total ganti rugi, pihaknya terlebih dahulu akan membawanya ke dalam forum masyarakat yang sudah terbentuk.

“Kita normatif saja, karena jalannya sudah diatur, tapi yang jelas kita tidak bisa mengambil tindakan sendiri sebelum semua aduan dan keluhan yang kita tampung dibahas dalam Rembes( Rembug Bersama) antara warga dan forum,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge