0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sengketa WTO Hantar Triyana Raih Doktor ke-284 UNS

Triyana Yohanes raih gelar doktor di UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Kasus sengketa World Trade Organization (WTO) yang melibatkan Indonesia sebagai negara sedang berkembang menghantarkan Triyana Yohanes meraih gelar doktor ke 284 Universitas Sebelas Maret (UNS).  Triyana adalah pengajar Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

“Putusan Dispute Settlement Body (DSB) WTO bersifat mengikat secara hukum dan merupakan kaidah international hard law, sehingga jika ditaati mengakibatkan adanya pelanggaran hukum internasional,” tandas Triyana didepan Dewan Penguji yang dipimpin Prof Dr Furqon Hidayatullah MPd di Ruang Senat UNS, Solo, Rabu (19/7).

Namun karena persetujuan WTO DSU tidak mengatur sanksi-sanksi ketidaktaatan terhadap putusan DSB WTO, maka sering Negara yang menang dalam sengketa harus melalukan upaya measures of self help apabila pihak yang kalah tidak mentaati putusan DSB WTO. Hal ini, menurut Triyana, mengakibatkan keefektifan penyelesaian sengketa WTO menjadi relatif, karena keefektifannya sering tergantung dari kemampuan pihak yang menang untuk menekan pihak yang kalah agar mentaati putusan DSB.

“Penyelesaian sengketa WTO sering tidak efektif ketika pihak yang menang adalah negara sedang berkembang, seperti Indonesia. Yang tidak mempunyai kekuatan untuk menekan Negara maju seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan sebagai pihak yang kalah,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Triyana merekomendasi, WTO harus membangun sistem penyelesaian sengketa judicial yang efektif dan berkeadilan, dengan menciptakan sanksi-sanksi kelembagaan melawan ketidaktaatan terhadap putusan, mengatur hak-hak khusus Negara sedang berkembang dan LDCs secara lebih konkrit, mengikat dan implementatif, serta membuka akses bagi pelaku ekonomi swasta dan organisasi non pemerintah untuk terlibat dalam penyelesaian sengketa WTO.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge