0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ibu Hamil Dalangi Pembunuhan Sadis, Ini Motifnya

Rekonstruksi pembunuhan sadis (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Rekontruksi kasus pembunuhan sadis mayat dalam karung berlatar belakang sakit hati dan hutang Rp 135 juta digelar Jajaran Reskrim Polres Kebumen di Desa Kenteng, Sempor, Kebumen, Selasa (18/7). Otak pelaku pembunuhan tersebut belakangan diketahui bernama Putri, seorang Ibu muda dengan kondisi hamil delapan bulan.

Putri yang merupakan warga desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara masih merupakan teman korban. Korban yakni Basiyem, warga Desa Jati, Binangun, Cilacap dengan tersangka sudah saling berkenalan sejak tahun 2013. Waktu itu Basiyem pernah minta tolong ke tersangka untuk mencarikan dukun yang bisa menyembuhkan sakitnya

Dalam kasus pembunuhan ini, Putri dibantu tiga orang pelaku lainnya yakni Suherman, Eko Darwono serta Aji yang bertindak sebagai eksekutor. Satu pelaku yakni Aji yang merupakan suami siri Putri sampai saat ini masih buron sebab melarikan diri saat hendak ditangkap petugas.

Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Koliq Salis Hirmawan mengatakan kasus ini terkuak pasca kehebohan penemuan mayat di dalam karung di bawah jembatan di pohon salak termasuk Desa Kenteng, Sempor, Kebumen, pada Rabu (14/6) sebulan silam.

Dari reka ulang tersebut diketahui sebelum tewas korban terlebih dahulu dijerat lehernya dengan tali kemudian kepala ditutup dengan plastik kresek. Setelah dipastikan tewas, korban dimasukan dalam karung kemudian dibuang di hutan.

“Ada 15 adegan yang diperagakan oleh para pelaku,” ujar Koliq selasa (18/7)

Pembunuhan sadis ini dilatar belakangi rasa sakit hati antara pelaku terhadap korban. Pelaku memiliki hutang kepada korban sebesar Rp 135 juta rupiah. Uang hasil pinjaman tersebut, oleh pelaku dibelikan rumah seharga 135 juta.

“Korban berulang kali menagih dan meminta uang segera dikembalikan. Akhirnya PK merencanakan untuk menghabisi nyawa korban,” ujar Kasat Reskrim.

Menurut Koliq untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati. [rhm]

Sumber: merdeka.com

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge