0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Filosofi Kopi 2: Janji Bagi Bibit Kopi ke Petani

Chicco Jerikho dan Rio Dewanto menggelar jumpa pers di Alila Hotel Solo (dok.timlo.net/tri utami)

Solo — Sebuah Film anak negeri Filosofi Kopi 2, sebagai sequel kembali rilis pada 13 Juli 2017 lalu. Seakan ingin mendulang sukses seperti film pertamanya, Ben dan Jody yang diperankan oleh Chicco Jerikho dan Rio Dewanto menggelar jumpa pers di Alila Hotel dan meet and greet Solo Paragon, Selasa (18/7).

“Kita mencoba untuk mendekatkan antara Filosofi kopi dengan observasi langsung ke petani kopi,” ungkap Chicco Jerikho.

Film Filosofi Kopi 2 memilih beberapa lokasi di Indonesia. Untuk lokasi sendiri, Filosofi Kopi 2 mengambil gambar di 6 kota di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Bali, Yogja, dan Toraja.

Lanjutan petualangan Chico Jerikho dan Rio Dewanto dalam film Filosofi Kopi 2, Ben dan Jody menambah dua karakter baru. Yakni Luna Maya yang memerankan tokoh Tarra, dan Nadine Alexandra sebagai Brie.

Dua karakter ini didapatkan dari sayembara penulisan yang dilakukan sebelum naskah film ini mulai penggarapan. Sebanyak 3.000 naskah masuk ke tim seleksi dan hanya dipilih dua orang pemenang.

“Kita masukkan dua karakter baru berdasarkan naskah dari sayembara cerita yang kami adakan sebelumnya. Sekitar 60 persen film ini berdasarkan cerita yang dikirimkan itu,” kata Rio Dewanto, menimpali.

Filosofi Kopi juga menjanjikan kenikmatan visual dan audio. Frame demi frame yang diangkat diselaraskan dengan jenis bunyian dan musik latar. Keseriusan penggarapan musik pada film ini ditunjukkan lewat beberama musisi yang digandeng, diantaranya ada Festivalis, Pure Saturday, Glen Fredly, Payung Teduh, dan Banda Neira.

“Jadi musik yang digunakan itu tidak hanya sebagai pelengkap, melainkan mendukung pengkarakteran frame yang disajikan,” tambahnya.

Dua sahabat ini juga menjanjikan akan membagikan satu bibit kopi kepada petani kopi, untuk setiap tiket bioskop yang terjual.

“Secangkir kopi itu memiliki perjalanan panjang, siapa yang tanam, siapa yang petik, siapa yang giling, dan hingga akhirnya siapa baristanya, karenanya kita ingin agar film ini bisa mengangkat juga kopi Nusantara, sekaligus petani kopi nusantara,” tandasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge